Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Andi Sose Meninggal

Dikenal Disiplin, Hargai Tamu, Begini Teladan Andi Sose yang Selalu Dikenang

Sikap istiqomah almarhum dalam amalan agama ini dicontohkan Waspada dalam konteks kedisplinan dan penghargaan kepada tamu.

Tayang:
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Mahyuddin
handover
Suasana rumah duka Brigjen TNI (purn) DR Haji Andi Sose di Jl Sungai Tangka, Ujungpandang, Makassar, Selasa (25/03/2019). 

Ridwan ‘diberhentikan’ sebagai wakil rektor, karena persoalan yang terlihat sepele.

“Beliau sudah berpesan, jangan ospek mahasiswa baru angkatan 1998, sebelum saya datang memberi kata sambutan. Nah itu sudah disepakati. Lalu Puang salat subuh jamaah di Masjid 45, samping kampus. Eh, di sana dia melihat para mahasiswa senior sudah kumpulkan ratusan maba," kata Ridwan kepada Tribun.

"Paginya saya langsung dipanggil menghadap ke ruangannya, dan diberikan surat penonaktifan. Tapi sore harinya saya ditelepon lagi, dan tetap akrab. Kalau beliau marah, tak pernah dimasukkan ke hati."

Seremoni Pahlawan

Almarhum Andi Sose dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Panaikang dengan upacara militer. Upacara dipimpin lamgsung oleh Kepala Staf Kodam XIV Hasanuddin Brigjen TNI Budi Sulistijono.

Saat jenazah dimasukkan ke liang lahat, prajurit TNI melesakkan ‘tembakan salvo’ untuk menghargai penerima bintang perjuangan, Bintang Mahaputra Nararya (Penghargaan sipil tertinggi di Indonesia) itu.

Kabar duka wafatnya pejuang 45 ini beredar sejak Selasa (26/3) pagi. Hingga pukul 14.30 wita, ruas jalan Sungai Saddang, Jl Merapi, Jl Sungai Tangka dan perempatan Jl Jenderal Sudirman, Dr Ratulangi, macet parah.

Ribuah pelayat datang memberi penghormatan terakhir kepada sang jenderal.

Andi Sose berasal dari kampung kecil, Sossok-Cakke di kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, sekitar 280 km tenggara Makassar.

Baca: Bicarakan Yayasan 45 Bulukumba Tiga Bulan Lalu, Begini Sosok Andi Sose di Mata AM Sukri Sappewali

Tak jauh dari kampung halaman Andi Sose, ada daerah bernama Baraka yang pernah jadi markas Kahar Muzakkar pada 1950-an.

Tidak jauh dari situ, ada suatu tempat yang disebut Alla—pernah menjadi daerah perlawanan Pong Tiku melawan pemerintahan kolonial Belanda.

Orang-orang di daerah kelahiran Sose lebih suka mengklaim sebagai "orang Duri", digolongkan sebagai Massenrempulu (etnis-etnis yang bermukim di Enrekang).

Ayah Sose adalah Puang Liu dan ibunya adalah Andi Sabbe. Puang adalah gelar terhormat di kawasan itu.

Meski orang-orang di sana tak merasa sebagai orang Bugis, gelar bangsawan Bugis dipakai ibunda Sose serta Andi Sose sendiri.

Puang Liu, kepala masyarakat di daerahnya, tidak berbeda sebagai raja kecil.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved