DPRD Gowa Usulkan Ranperda Pengendalian Lalu Lintas dan ASI Ekslusif

Pertama mengenai pengawasan, pengendalian lalu lintas dan angkutan jalan, kedua pemberian air susu ibu ekslusif (ASI Ekslusif).

DPRD Gowa Usulkan Ranperda Pengendalian Lalu Lintas dan ASI Ekslusif
ari maryadi/tribuntimur.com
Rapat Paripurna DPRD Gowa. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa mengusulkan dua ranperda inisiatif.

Pertama mengenai pengawasan, pengendalian lalu lintas dan angkutan jalan, kedua pemberian air susu ibu ekslusif (ASI Ekslusif).

Nur Ilahi, Dari Golkar selaku pengusung mengatakan, tujuan diajukannya ranperda ini untuk mewujudkan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan yang aman, selamat, tertib, dan lancar.

Baca: Perda Kepemudaan Ditetapkan, Bupati Gowa Harap Peningkatan Potensi Pemuda

Baca: Rehat Setahun dari Kursi Kepelatihan, Laga PSM vs Perseru Jadi Titik Balik Darije Kalezic?

"Lalu lintas memiliki peran yang sangat startegis khususnya dalam mendukung pembangunan dan memajukan kesejahteraan umum khususnya di Kabupaten Gowa," kata Nur Ilahi, Selasa (12/2/2019).

Nur Illahi menambahkan, etika dalam berlalulintas juga sangat dibutuhkan, sehingga ini salah satu cara meningkatkan hal tersebut dengan mengusulkan ranperda tentang lalu lintas ini.

"Agar masyarakat juga mendapat kepastian hukum," tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan ranperda terkait pemberian ASI Eksklusif. Menurutnya pemberian asi bagi bayi diusia 0-6 bulan sudah tercantum dalam peraturan pemerintah no 33 tentang pemberian ASI.

Baca: Kecamatan Biringkanaya Bertekad Quatrick di Ajang Sombere’ & Smart Lorong 2019

Baca: Aswin Hotel Makassar Siapkan Promo Spesial Valentine, Mulai Rp 319 Ribu

"Tujuan utama kita mengusulkan ini agar mampu menjamin pemenuhan hak bayi untuk mendapat ASI ekslusif sejak dilahirkan hingga umur 6 bulan dengan memperhatiakn pertumbuhannya sejak lahir. Sangat banyak manfaat yang didapatkan jika memenuhi ini termasuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak," beber Nur Ilahi.

Olehnya dirinya berharap, dengan adanya pengusulan dua ranperda inisiatif ini bisa dikaji dan dibahas bersama.

Menanggapi hal ini, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyambut baik ranperda inisiatif tersebut dan mengaku akan mengkaji lebih lanjut.

Baca: Tak Semua Baliho yang Dirusak Masuk Pelanggaran Pemilu, Bisa Saja Tindak Pidana

Pasalnya ini berhubungan dengan pengaturan kendaraan tambang atau truk 10 roda di Kabupaten Gowa agar memiliki payung hukum.

"Sangat baik yah karena ini akan menjadi payung hukum terkait pelarangan truk 10 roda dan truk dengan tonase diatas 8 ton tidak boleh melewati jalan kabupaten, karena kapasitas jalan kabupaten tidak boleh dilalui diatas 8 ton, kecuali ada surat ijin resmi dari pemerintah provinsi untuk melintas, sehingga butuh perda agar siapapun yang melanggar akan dikenakan sanksi dengan kurungan penjara 1 bulan dan denda, kita akan pelajari lebih lanjut lagi ranperda inisiatif ini" jelasnya.

Baca: Cerita Kartini, Warga Desa Kampala yang Rumahnya Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Rapat Paripurna ini dipimpin langsung Ketua DPRD Gowa Andi Muh Ishaq. Turut hadir Wakil Bupati Gowa, Sekda Gowa, Kasdam 1409 Gowa, dan Pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa.(*)

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved