Opini Syamsul Asri: Ad Hoc untuk Lintas Penyeberangan Bira-Pamatata

Pascakecelakaan KM Lestari Maju, hanya tinggal dua kapal yang disiapkan untuk pelayanan angkutan di lintas penyeberangan Bira-Pamatata

Opini Syamsul Asri: Ad Hoc untuk Lintas Penyeberangan Bira-Pamatata
tribun-timur.com
KMP Bonotoharu melakukan penyeberangan Bira ke Pamatata Selayar, Rabu (4/7/2018). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Lintas penyeberangan Bira-Pamatata menjadi perhatian banyak pihak karena peristiwa kecelakaan KM Lestari Maju pada 3 Juli 2018. Kapal itu bertolak dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Sebelum sampai di Pelabuhan Pamatata Selayar, kapal tersebut kemasukan air sehingga dikandaskan agar tidak tenggelam dan memudahkan evakuasi para penumpangnya (tribunnews.com/2018/07/04/kemenhub-). Langkah yang dilakukan oleh nakhoda kapal itu tentunya untuk penyelamatan muatan, terutama penumpangnya. Namun, korban jiwa tak terelakkan.

Baca: Ini Prediksi Awal Penyebab Tragedi KMP Lestari Maju di Perairan Selayar

Baca: OPINI: Problematika Tata Ruang Usai Pilwali Makassar

Karena kecelakaan itu, tidaklah berlebihan bila ada pihak yang mempersoalkan status dan kelaiklautan KM Lestari Maju. Kejelasan tentang hal itu akan terungkap pada pengusutan yang dilakukan oleh pihak berwajib. Kepolisian Resor Selayar sudah memeriksa delapan orang terkait kecelakaan KM Lestari Maju, dan selanjutnya kasus itu akan ditangani oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Pemilik KM Lestari Maju Dibawa ke Polda, Tribun Timur, 8 Juli 2018)

KM Lestari Maju karam di Pantai Pabadilang, Selayar
KM Lestari Maju karam di Pantai Pabadilang, Selayar (handover)

Pascakecelakaan KM Lestari Maju, uapaya yang perlu dilakukan adalah bagaimana melancarkan kembali pelayanan angkutan di lintas penyeberangan Bira-Pamatata. Lebih dari itu adalah bagaimana menghilangkan kekhawatiran masyarakat pengguna jasa akan keselamatan pelayaran pada lintasan itu.

Dalam hubungan dengan itu, Tim Ad Hoc “Tertib Penyelenggaraan Angkutan Penyebeberangan di Lintas Penyeberangan Bira-Pamatata perlu dibentuk. Tim itu selayaknya dibentuk oleh Kementerian Perhubungan seperti kegiatan Peningkatan Keselamatan di Danau Toba.

Baca: Opini Habibie Razak: Insinyur Asing dan Manfaatnya untuk Insinyur Nasional

Baca: Opini Aswar Hasan: Kolom Kosong Rasa Petahana

Sebaiknya, tim itu terdiri dari unsur-unsur: Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, Pemerintah Kabupaten Bulukumba, serta stakeholder terkait lainnya. Sekurangnya, tim itu melakukan fungsi: 1) penertiban keselamatan kapal, dan 2) penyediaan kapal.

Tertib Keselamatan Kapal

Sebagai langkah penertiban keselamatan kapal, pemeriksaan khusus perlu dilakukan terhadap kapal yang masih beroperasi di lintas Bira-Pamatata. Pemeriksaan itu dilakukan oleh Tim Ad Hoc untuk meyakinkan para pengguna jasa bahwa kapal yang dioperasikan benar-benar memenuhi persyaratan keselamatan kapal.

Berikut dengan pemeriksaan tersebut, pemeriksaan fasilitas Pelabuhan Bira dan Pelabuhan Pamatata juga perlu dilakukan untuk meyakinkan keselamatan operasi kapal di pelabuhan.

Dalam jangka waktu tertentu, Tim Ad Hoc juga perlu melakukan fungsi pengendalian prosedur keselamatan pelayaran. Pengawasan dilakukan terhadap kegiatan operasi kapal di pelabuhan dan dalam pelayaran.

Halaman
12
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved