Opini

Ini Prediksi Awal Penyebab Tragedi KMP Lestari Maju di Perairan Selayar

Kelaikan kapal ini menjadi pro dan kontra di media sosial dengan alasan dan argumen masing-masing.

Ini Prediksi Awal Penyebab Tragedi KMP Lestari Maju di Perairan Selayar
handover
KM Lestari Maju karam di perairan Pulau Pasi' saat berlayar dari Pelabuhan Bira Bulukumba menuju Pelabuhan Pamatata Selayar, Selasa (3/7/2018). 

Oleh: Daeng Paroka ST MT PhD *)

TRIBUN-TIMUR.COM - Baru berlalu kecelakaan kapal penyeberangan di Danau Toba, kasus serupa kembali terjadi pada lintasan penyeberangan Bira (Bulukumba) – Pamatata (Selayar), Selasa (3/7/2018). Kali ini menimpa KMP Lestari Maju yang telah beroperasi di lintasan tersebut sejak tahun 2017 lalu dengan korban jiwa yang sampai saat ini sudah mencapai 30 orang lebih.

Kapal ini adalah kapal modifikasi dari LCT (Landing Craft - Tank atau Kapal Pendarat Tank) menjadi kapal feri dan terdaftar di Pelabuhan Pontianak. Status kapal sementara dalam proses registrasi di Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) untuk mendapatkan status klas.

*) Daeng Paroka ST MT PhD
Department of Naval Arhitecture Engineering Faculty Hasanuddin University
*) Daeng Paroka ST MT PhD Department of Naval Arhitecture Engineering Faculty Hasanuddin University (handover)

Survey terakhir yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia pada kapal tersebut adalah pada bulan Maret 2018 ketika naik dok di salah satu galangan yang ada di Makassar. Ini adalah survey pertama yang dilakukan oleh BKI Cabang Makassar terhadap kapal ini, dimana sebelumnya ditangani oleh BKI Cabang Sorong.

Baca: Kisah Mengharukan Ningsih, Korban Meninggal KMP Lestari Maju Asal Takalar

Baca: Lima Jenazah Korban KMP Lestari Maju Dipulangkan ke Takalar dan Bone

Sejak awal pengoperasian kapal ini, banyak pihak telah menyoroti kelaikan kapal tersebut dengan beberapa alasan antara lain kapal tua, akomodasi untuk penumpang sangat minim, kecepatan operasi yang rendah apalagi pada saat kondisi cuaca bergelombang.

Kelaikan kapal ini menjadi pro dan kontra di media sosial dengan alasan dan argumen masing-masing. Dari segi akomodasi penumpang memang sangat minim dimana jumlah tempat duduk sangat terbatas sehingga kebanyakan penumpang memilih tetap di dalam mobil dari pada turun dan tidak dapat tempat duduk serta kepanasan karena memang ruangan yang tersedia juga sangat terbatas.

Pemuatan kapal dibagi menjadi 3 bagian yaitu kendaraan roda 2 (dua) ditempatkan pada geladak di bawah geladak utama atau dasar ganda (kalau tidak ada geladak antara), kendaraan truk, bus serta mobil pribadi ditempatkan pada geladak utama dan geladak di atas geladak utama juga dimuati dengan kendaraan pribadi apabila sudah tidak ada tempat pada geladak utama.

Risiko Kestabilan

Secara keseluruhan, kapal ini dapat mengangkut kurang lebih 60 kendaraan roda empat atau lebih. Penempatan muatan di atas geladak utama sangat berisiko terhadap ship stability atau kestabilan kapal, khususnya pada saat cuaca bergelombang atau kapal mengalami kebocoran.

Seperti pada umumnya di Indonesia, pada saat terjadi kecelakaan khususnya kecelakaan laut, berbagai spekulasi berkembang mulai dari kronologis terjadinya kecelakaan. Kelaikan dari kapal sudah menjadi bahan diskusi sampai pada pihak yang bertanggung jawab terhadap keselamatan kapal dalam pelayaran.

Baca: Pakai Jet Pribadi, Menteri Perhubungan Tinjau Lokasi Karamnya KMP Lestari Maju

Baca: VIDEO: Pemkab Selayar Tanggung Pengobatan Penumpang KMP Lestari Maju

Halaman
1234
Editor: Arif Fuddin Usman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved