Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hindari 'Bulan Taccipi' Alasan Jomblo di Wajo Ramai-ramai Nikah

Memasuki bulan Syawal 1447 Hijriah, sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) mencatat peningkatan pendaftaran pasangan yang akan menikah.

Tayang:
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
PERNIKAHAN DI WAJO - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Muhammad Subhan. Pihaknya ungkap alasan pernikahan usai Hari Raya Idulfitri meningkat. (Kemenag Wajo) 

TRIBUNTIMUR.COM, WAJO - Kementerian Agama Kabupaten Wajo ungkap alasan pernikahan usai Hari Raya Idulfitri meningkat.

Memasuki bulan Syawal 1447 Hijriah, sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) mencatat peningkatan pendaftaran pasangan yang akan menikah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Muhammad Subhan mengatakan naiknya angka pernikahan di bulan syawal tidak terlepas dari persepsi masyarakat terhadap waktu pernikahan itu sendiri.

"Sebagian masyarakat menganggap bulan Syawal waktu yang sangat ‘berkah’ untuk melangsungkan pernikahan," ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Minggu (29/3/2026).

Namun, setelah Bulan Syawal jelas Subhan memasuki bulan Zulqaidah yang dalam kepercayaan masyarakat Bugis dikenal sebagai bulan taccipi atau macipi dalle’na (sempit rezekinya).

"Sehingga banyak yang memilih mempercepat pernikahan di bulan Syawal,” paparnya.

Tak hanya itu, meningkatnya jumlah juga dipengaruhi adanya pasangan yang sebelumnya menunda pernikahan karena bulan Ramadhan.

“Sebagian pernikahan memang tertunda karena bertepatan dengan bulan Ramadhan, sehingga baru dilaksanakan setelah Idul Fitri,” sebutnya.

Di sisi lain, kuatnya tradisi masyarakat Bugis juga menjadi faktor pendorong.

"Prosesi adat seperti mappacci, mappenre botting, hingga mapparola tetap menjadi bagian penting dalam setiap pernikahan, yang menambah nilai sakral serta mempererat kebersamaan keluarga," urainya.

Ia menambahkan Pihak KUA di berbagai kecamatan pun memastikan pelayanan tetap optimal di tengah lonjakan pendaftaran. 

"Kemudahan sistem pendaftaran nikah secara online juga turut membantu masyarakat dalam mengurus administrasi," bebernya.

Berdasarkan data Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Kecamatan Tempe mencatat angka tertinggi dengan 33 pasangan yang bakal melangsungkan pernikahan di bulan Syawal ini. 

Disusul Kecamatan Pammana sebanyak 18 pasangan, dan Sabbangparu 13 pasangan.

Kemudian, Kecamatan Bola sebanyak 4 pasangan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved