Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

27,08 Persen Rumah Tangga di Wajo Punya Mobil, Ini Kata Warganya

Angkanya mencapai 27,08 persen, yang berarti lebih dari seperempat rumah tangga di Wajo memiliki mobil.

Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/M. Jabal Qubais
WARGA WAJO - Nono (34) warga Kelurahan Doping, Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) akui membeli mobil murni untuk alat transportasi. Wajo menempati posisi kedua sebagai daerah dengan persentase kepemilikan mobil rumah tangga tertinggi di Sulawesi Selatan (Sulsel). 

TRIBUNTIMUR.COM, WAJO – Kabupaten Wajo menempati posisi kedua sebagai daerah dengan persentase kepemilikan mobil rumah tangga tertinggi di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Angkanya mencapai 27,08 persen, yang berarti lebih dari seperempat rumah tangga di Wajo memiliki mobil.

Posisi pertama ditempati Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dengan persentase 27,38 persen.

Salah satu warga Wajo, Nono (34), yang berdomisili di Kelurahan Doping, Kecamatan Penrang, mengaku membeli mobil semata-mata untuk kebutuhan transportasi keluarga, bukan untuk gaya hidup.

“Alhamdulillah, saya beli memang karena kebutuhan transportasi saja,” ujarnya saat ditemui Tribun-Timur.com di Warkop 12 Sengkang, Senin (16/2/2026).

Menurut Nono, mobil yang dimilikinya digunakan untuk aktivitas sehari-hari, terutama saat ada keperluan keluarga di luar daerah.

“Mobil saya selalu dipakai untuk keperluan keluarga, misalnya kalau ada acara di luar daerah dan sebagainya. Jadi tidak pusing lagi cari kendaraan,” tuturnya.

Ia membeli mobil merek Toyota Agya tipe G pada Juli 2025 melalui sistem kredit.

Uang muka yang disiapkan sebesar Rp5 juta, dengan tenor lima tahun dan cicilan sekitar Rp2 jutaan per bulan.

“Karena kredit lebih ringan, jadi kami pilih itu. Prosesnya juga cepat,” jelasnya.

Nono mengungkapkan, pengajuan kredit dilakukan di perusahaan pembiayaan PT OTO Multiarta.

Ia hanya membawa KTP dan Kartu Keluarga, dan proses pencairan tidak sampai dua hari.

“Alhamdulillah prosesnya cepat sekali,” katanya.

Pengamat Ekonomi Universitas Bosowa (Unibos), Dr. Lukman Setiawan, menilai kepemilikan mobil memang dapat menjadi salah satu indikator kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut mencerminkan kemampuan rumah tangga dalam membeli serta memelihara aset bernilai relatif tinggi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved