TOPIK
Literasi Ulama
-
Jejak Keulamaan Salemo
Pemerintahan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel berkomitmen menjaga literasi dan jejak keulamaan di Pulau Salemo.
-
Digitalisasi Dakwah Ulama
Di sela-sela acara pelantikan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Ahad 31 Oktober 2021 lalu, oleh Pengurus MUI Pusat.
-
Qadhi Belawa
Pendidikan dasar ditempuh di Sekolah Muhammadiyah, kemudian ke Sengkang tahun 1935 langsung mengaji kitab kuning
-
Mengenang Prof Dr H Basir Syam
Literasi Ulama: Mengenang Prof Dr H Basir Syam oleh Firdaus Muhammad Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar
-
Sayyid Jalaluddin al-Aidid
Sayyid Jalaluddin al-Aidid oleh: Firdaus Muhammad, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin dan Pengurus MUI Sulsel
-
Karya dan Pikiran Prof Dr H Basir Syam, Ulama Kelahiran Pangkep
Sejak kecil beliau telah aktif mengumpulkan catatan kisah-kisah para ulama, terutama di kampung kelahirannya, Kabupaten Pangkep.
-
AGH Abu Bakar Daeng Tumpu
Rumahnya di Tolo, Jeneponto, menjadi pusat para santri berguru, baik yang menetap maupun pendatang.
-
Mengenal AGH Abdul Hamid DM, Ulama Berpengaruh di Sinjai
Tidak pernah marah. Bahkan pekerjaan menyapu halaman rumah yang ditumbuhi banyak pohon besar masih dilakukannya setiap pagi dan sore.
-
Warisan AGH Muh As’ad, Pencetak Ulama Besar di Sulsel
Perkembangan pendidikan agama dan ulama di Sulsel, boleh dikata tidak terlepas dari kontribusi AGH Muh As’ad.
-
Wasiat AGH Habib Abdurahman Shihab ke Putranya, Prof Quraish Shihab
Habib Abdurahman Shihab juga pernah menjabat Rektor IAIN Alauddin dan Universitas Muslim Indonesia.
-
Jejak Keteladanan AGH Ali Mathar, Kakek Prof Qasim Mathar dan Prof Quraish Shihab
AGH Ali Mathar merupakan sosok ulama tersohor di Rappang, Sidrap, Provinsi Sulsel.
-
Mengenang AGH Muhammad Yahya, Pencetak Ribuan Penghafal Al Qur'an Asal Wajo
Salah satu muridnya adalah Ustad Martono yang kini menjadi imam rawatib Masjid Istiqlal, Jakarta.
-
Lebih Dekat dengan KH Rahim Puang Makka
Sejak kecil dikirim ayahnya nyantri selama 6 tahun (1975-1982) di Pesantren Tebuireng Jombang yang didirikan KH Hasyim Asy'ari.
-
KH Djamaluddin Amien
Dalam kesehariannya, dikenal cukup sederhana. Kesederhanaan itu tercermin dari cara berpakaian dan perilaku kesehariannya.