Breaking News:

Literasi Ulama

Mengenang AGH Muhammad Yahya, Pencetak Ribuan Penghafal Al Qur'an Asal Wajo

Salah satu muridnya adalah Ustad Martono yang kini menjadi imam rawatib Masjid Istiqlal, Jakarta.

Mengenang AGH Muhammad Yahya, Pencetak Ribuan Penghafal Al Qur'an Asal Wajo
handover
AGH Muhammad Yahya

Oleh: Dr Firdaus Muhammad
Pengurus MUI dan Dosen UIN Alauddin Makassar

INNALILLAHI wainnailaihi rajiun. Keluarga Besar Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, berduka.

Anregurutta Haji (AGH) Muhammad Yahya berpulang ke rahmatullah di Sengkang pada Selasa, 4 Juli 2017. Ia dilahirkan di Belawa pada 22 Juni 1930. Belawa dikenal telah melahirkan sejumlah ulama seperti AGH Muh Yunus Maratan, AGH Abdul Malik Muhammad dan AGH Prof Rafi’i Yunus Maratan PhD.

Masing-masing dipercaya sebagai Pimpinan Umum Pengurus Besar Pondok Pesantren As’adiyah dengan periode berbeda.

Menurut Dr Kamaluddin Abunawas, putra AGH Abunawas Bintang yang juga Asdir Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, kontribusi AGH Muh Yahya terhadap Pesantren As’adiyah cukup besar.

(BACA JUGA OPINI: Jalan Cinta Para Sufi)

Beliau mendapat amanah untuk membina Majelis Qurra wal Huffadz di Pesantren yang didirikan AGH Muh. As’ad itu sedikitnya 30 tahun hingga akhir hayatnya.

Lanjut Kamaluddin, almarhum juga pernah dipercaya sebagai Sekretaris AGH Muh. Yunus Maratan saat menjabat Ketua PB As’adiyah.

Selebihnya, pernah dipercaya sebagai bendahara. Namun tugas utamanya, membina penghafal al-Qur’an yang berhasil melahirkan ratusan hingga ribuan penghafal al-Qur’an yang tersebar di tanah air.

Salah satunya Ustad Martono yang kini menjadi imam rawatib Masjid Istiqlal, Jakarta.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved