Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Literasi Ulama

Mengenal AGH Abdul Hamid DM, Ulama Berpengaruh di Sinjai

Tidak pernah marah. Bahkan pekerjaan menyapu halaman rumah yang ditumbuhi banyak pohon besar masih dilakukannya setiap pagi dan sore.

Editor: Jumadi Mappanganro
handover
AGH Abdul Hamid DM (kanan) bersama DR Firdaus Muhammad 

Oleh: Dr Firdaus Muhammad
Pembina Pesantren An-Nahdlah dan Pengurus MUI Sulsel

Cuaca Sinjai siang itu cukup terik saat saya bersilaturahim dengan Anregurutta Haji (AGH) Abdul Hamid DM di kediamannya, Sabtu (30/12/2017) lalu.

Senyum khas beliau cukup menyejukkan suasana. Tampak keletihan usai mengajar di Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai, salah satu tempat beliau mengajar sejak puluhan tahun.

Dengan senyum khas, beliau berkisah tentang kiprahnya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sinjai yang telah memasuki periode ketiga.

Abdul Hamid dilahirkan di Sinjai pada 20 Maret 1943. Menempuh pendidikan Sekolah Rakyat 6 tahun dan PGA 4 tahun di Sinjai.

Lalu kuliah di Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin (kini UIN) Makassar.

Selain menempuh pendidikan formal, beliau mengaji kitab kuning pada beberapa ulama di Sinjai seperti AGH Muhammad Tahir Balanipa atau lebih populer Kali Taherong, ulama kharismatik Sinjai.

Kemudian beliau mengaji pada AGH Muin Husain yang semasa hidupnya mendapat amanah selaku Ketua MUI Sinjai yang kelak digantikan oleh AGH Abdul Hamid.

AGH Abdul Hamid DM
AGH Abdul Hamid DM (Firdaus Muhammad)

Selain itu, beliau juga mengaji pada AGH Marzuki Hasan saat masih aktif di Sinjai sebelum mendirikan Pesantren Darul Istiqamah Maccopa, Kabupaten Maros. Selain berguru pada Marzuki Hasan, juga mengaji pada AGH Kamaruddin.

Kemudian ketika kuliah di Makassar, Abdul Hamid juga aktif mengikuti pengajian kitab kuning pada beberapa ulama ternama semisal AGH Abdul Qadir Khalid MA, al-allamah nashirusunnah AGH Muhammad Nur, dan AGH Djabbar Asyiri.

Menurutnya, Djabbar Asyiri pernah mendidiknya secara khusus berceramah dan khotbah dalam sebuah pelatihan.

Setelah meraih gelar sarjana, beliau memilih kembali mengabdi di Sinjai. Di antaranya mengajar di IAIM Sinjai hingga kini.

Kala usianya telah menginjak 75 tahun. Selain mengajar juga tetap aktif memenuhi undangan pengajian majelis talim, ceramah dan khutbah Jumat.

Salah seorang putranya, Ustad Ilham Hamid, abbah-nya selama ini aktif mengajar, berceramah hingga memimpin MUI. Juga aktif di kepengurusan Muhammadiyah Sinjai.

Ilham adalah dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar dan Pengurus MUI Sulsel pada Komisi Dakwah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved