Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Koran Tribun Timur Hari Ini

Warga Maros Bayar Rp30 Juta Jadi Satpol Sulsel

Kasus ini juga menyeret nama oknum disebut memiliki pengaruh di internal Satpol PP Pemprov Sulsel.

Tayang:
Tribun-timur.com/INSTAGRAM.COM/@SATPOLPP.SULSEL
TANGGAPI DUGAAN PENIPUAN - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Arwien Azis. Dia geram menanggapi adanya dugaan pungutan liar dan penipuan berkedok penerimaan anggota Satpol PP Sulsel. 

Namun belakangan mereka mulai curiga setelah janji demi janji tak kunjung terealisasi.

Pallaudin menyebut Audi dan Ansar diduga bukan satu-satunya korban.

Ada puluhan orang lain disebut mengalami nasib serupa.

Mereka dijanjikan masuk sebagai anggota honorer dengan syarat menyerahkan sejumlah uang.

Nilainya bervariasi, mulai dari belasan hingga puluhan juta rupiah.

Jika dikalkulasikan, total uang diduga berhasil dihimpun dari para korban disebut mencapai ratusan juta rupiah.

Para korban kini mendesak Pemprov Sulsel melakukan audit investigatif dan pemeriksaan internal terkait dugaan praktik pungli tersebut.

Mereka meminta Gubernur Sulsel dan Inspektorat turun tangan mengusut dugaan permainan dalam proses perekrutan Satpol PP.

Tak hanya itu, korban juga mempertimbangkan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum apabila tidak ada itikad baik dari pihak yang diduga terlibat.

“Kami hanya ingin kejelasan. Kalau memang tidak ada status, kembalikan uang kami. Jangan gantung nasib orang seperti ini,” ujar keluarga korban.

Arwien Azis: Laporkan ke Polisi!

Kepala Satpol PP Sulsel Andi Arwien Azis meminta pihak dirugikan segera melapor ke polisi untuk diproses secara hukum.

Menurutnya, persoalan itu merupakan dugaan tindak pidana penipuan dan tidak seharusnya menyeret nama institusi Satpol PP Sulsel.

“Sudah lama sekalimi itu, suruhmi lapor ke polisi, tangkap bersangkutan, janganmi lagi melibatkan institusi, dipancing-pancing, tidak ada gunanya,” katanya, Jumat (15/5/2026).

Arwien menegaskan, oknum yang diduga terlibat bukan bagian dari personel aktif Satpol PP Sulsel.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved