Headline Koran Tribun Timur Hari Ini
Ekonomi Sulsel Hadapi Tekanan Multisektor
Pada Januari tercatat 142 pekerja terkena PHK, Februari 157 orang, Maret 55 orang, dan April turun drastis menjadi enam orang.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Abdul Azis Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Sulsel sepanjang awal 2026 dinilai menjadi sinyal tekanan ekonomi yang mulai dirasakan berbagai sektor usaha.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel, Suhardi, menilai kondisi tersebut dipengaruhi situasi ekonomi global dan regional yang belum sepenuhnya pulih.
Suhardi mengatakan, PHK bukan disebabkan ketidakmampuan perusahaan mempertahankan pekerja.
Situasi global memberi dampak berantai terhadap dunia usaha di daerah.
“Banyak persoalan berdampak, mulai dari politik, ekonomi global, perang, semuanya berpengaruh,” katanya, Minggu (10/5/2026).
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah tenaga kerja di PHK pada Januari-April 2026 mencapai 360 orang.
Angka itu menempatkan Sulsel di posisi ke-10 nasional berdasarkan data peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Secara nasional, jumlah pekerja yang terkena PHK pada periode yang sama mencapai 15.425 orang.
Jawa Barat menjadi daerah dengan angka PHK tertinggi dengan kontribusi sekira 21,65 persen dari total nasional.
Di Sulsel, tren PHK tertinggi terjadi pada awal tahun.
Pada Januari tercatat 142 pekerja terkena PHK, Februari 157 orang, Maret 55 orang, dan April turun drastis menjadi enam orang.
Sektor Tertekan
Suhardi memastikan sektor paling terdampak meliputi pertambangan, perhotelan, pertanian, perdagangan, jasa, hingga pariwisata.
Sektor-sektor tersebut masih berpotensi menghadapi tekanan sepanjang 2026.
Apalagi jika terjadi kenaikan harga BBM, memicu naiknya biaya logistik dan distribusi perdagangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250915-Sulsel-menempat-peringkat-ke-6-PHK-terbanyak-di-Indonesia.jpg)