PHK Sulsel
Perusahaan Udang di Sulsel PHK 19 Pekerja
Gelombang PHK mulai dirasakan di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan sepanjang awal 2026.
Meski demikian, ia menilai kondisi PHK di Pinrang masih tergolong normal.
Faktor ekonomi global disebut belum memberi dampak signifikan terhadap kondisi ketenagakerjaan daerah.
“Faktor ekonomi global belum berpengaruh, di Pinrang masih tetap biasa saja,” katanya lagi.
Edia menjelaskan dinamika keluar masuk tenaga kerja di sektor tersebut memang cukup fluktuatif.
Menurutnya, sebagian pekerja keluar karena persoalan personal.
Di sisi lain, sejumlah sektor usaha di Pinrang dinilai masih potensial menyerap tenaga kerja.
“Sektor usaha masih potensial, terutama BLG, tambang pasir di Lasape, termasuk ATINA,” ujarnya.
Diketahui, PT Biota Laut Ganggang bergerak di sektor pengolahan hasil laut, khususnya rumput laut.
Perusahaan tersebut memproduksi bahan turunan seperti karagenan yang digunakan dalam industri makanan dan minuman.
Usia Produktif
Sementara di Maros, sebanyak 15 pekerja tercatat mengalami PHK sepanjang Januari hingga April 2026.
Kabid Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan Maros, Nurhayati, mengatakan mayoritas pekerja yang terkena PHK masih berada di usia produktif.
“Jumlah PHK Januari sampai April sebanyak 15 orang dari perusahaan yang ada di Maros. Itu data yang masuk ke dinas,” katanya.
Menurut Nurhayati, pekerja pria mendominasi kasus PHK tersebut.
Mereka sebelumnya bekerja di sektor industri pengolahan dan jasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ILUSTRASI-PHK-Microsoft.jpg)