Breaking News:

PHK Sulsel

Kabar Buruk buat Gubernur Sulsel dan Pj Wali Kota Makassar, Banyak Karyawan PHK Mereka Butuh Bantuan

Coba tebak berapa karyawan PHK Sulsel di tengah Covid-19? Jawabannya banyak, data Juni lalu sudah 15 ribuan karyawan PHK Sulsel

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Mansur AM
TRIBUN TIMUR/ SANOVRA
Karyawan CV Rachmat didampingi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sulawesi Selatan melakukan aksi menginap di depan kantor CV Rachmat, Jalan Aroeppala, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulsel. 

Coba tebak berapa karyawan PHK Sulsel di tengah Covid-19?

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Cobaan di tengah Pandemi Covid-19 terus berdatangan.

Sudah ratusan nyawa melawan korban Covid-19 . Ancaman lain, pengangguran dampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi Sulsel dan pemda kabupaten/kota.

14 Perusahaan BUMN & Swasta Buka Lowongan Kerja: Terima Mulai Lulusan SMA SMK,Cek Syarat, Gaji, Link

Warga Luar Tanpa Surat Bebas Covid Dilarang Masuk Makassar, PNS, TNI/ Polri,Swasta & Pedagang Boleh?

7 Juli, Update Corona Sulsel: Makassar Masih Tinggi, Bantaeng, Takalar, Toraja Juga Mengkhawatirkan

Makassar Ibu Kota Sulsel tentu menjadi penyumbang tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin Muhammadong juga harus memikirkan sektor ini.

Kemarin, Foto dan informasi Karyawan CV Rachmat didampingi Konfederasi  Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sulawesi Selatan melakukan aksi menginap di  depan kantor CV Rachmat, Jalan Aroeppala, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulsel, Senin (6/7/2020) jadi perhatian.

Karyawan CV Rachmat didampingi Konfederasi  Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sulawesi Selatan melakukan aksi menginap di  depan kantor CV Rachmat, Jalan Aroeppala, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulsel.
Karyawan CV Rachmat didampingi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sulawesi Selatan melakukan aksi menginap di depan kantor CV Rachmat, Jalan Aroeppala, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulsel. (TRIBUN TIMUR/ SANOVRA)

Sudah lima hari karyawan perusahaan jasa penyewaan tenda dan dekorasi terbesar di Kota Makassar ini, melakukan aksi tidur di pinggir jalan depan perusahaan tersebut.

Karyawan CV Rachmat didampingi Konfederasi  Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sulawesi Selatan melakukan aksi menginap di  depan kantor CV Rachmat, Jalan Aroeppala, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulsel.
Karyawan CV Rachmat didampingi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sulawesi Selatan melakukan aksi menginap di depan kantor CV Rachmat, Jalan Aroeppala, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulsel. (TRIBUN TIMUR/ SANOVRA)

Aksi itu sebagai bentuk ekspresi atas perasaan kecewa lantaran hak-haknya yang tak kunjung diberikan.

Tuntutan mereka meminta pengelola CV Rachmat agar segera membayarkan gaji karyawan yang sudah memasuki bulan ke-3.

"Kami sudah 3 bulan tidak terima gaji terhitung April, Mei, dan Juni. Keluarga kami butuh makan kodong," ujar seorang karyawan, Senin (6/7/2020).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved