Headline Koran Tribun Timur Hari Ini
Ekonomi Sulsel Hadapi Tekanan Multisektor
Pada Januari tercatat 142 pekerja terkena PHK, Februari 157 orang, Maret 55 orang, dan April turun drastis menjadi enam orang.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Penurunan pendapatan rumah tangga dinilai berpotensi melemahkan konsumsi masyarakat dan memperlambat perputaran ekonomi daerah.
“Ketika pendapatan rumah tangga turun, konsumsi ikut melemah dan perputaran ekonomi daerah ikut melambat,” jelasnya.
Ia memprediksi sejumlah sektor masih rentan mengalami tekanan dalam waktu dekat.
Di antaranya perdagangan ritel, konstruksi, industri pengolahan, hingga usaha jasa yang bergantung pada konsumsi masyarakat.
Di sisi lain, investasi di Sulsel dinilai terus tumbuh.
Namun, kualitas investasi masih menjadi tantangan karena mayoritas bersifat padat modal dibanding padat karya.
“Nilai investasinya besar tetapi penyerapan tenaga kerjanya tidak terlalu tinggi,” sebutnya.
Rendra juga menilai konektivitas industri hulu dan hilir di Sulsel belum cukup kuat sehingga efek penggandanya terhadap ekonomi lokal belum maksimal.
Ia meminta pemerintah lebih fokus menciptakan ekosistem kerja jangka panjang, bukan sekadar mengejar angka investasi masuk.
Menurutnya, sektor UMKM, industri pangan, perikanan, pertanian modern, ekonomi digital, logistik, hingga pariwisata masih sangat potensial menyerap tenaga kerja.
Namun, sektor-sektor tersebut membutuhkan dukungan serius.
Mulai dari akses pembiayaan, pelatihan sumber daya manusia, hilirisasi produk, hingga kepastian regulasi.
“Yang paling penting bukan hanya menarik investor datang, tetapi memastikan investasi itu benar-benar membuka lapangan kerja yang stabil dan berkelanjutan,” katanya.
Jobless Growth
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Marsuki, menilai kondisi tersebut menunjukkan fenomena jobless growth.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250915-Sulsel-menempat-peringkat-ke-6-PHK-terbanyak-di-Indonesia.jpg)