Muhammadiyah Sulsel
Menteri Abdul Mu'ti Titip Pesan Moderasi Beragama di Syawalan Muhammadiyah Sulsel
(Mendikdasmen) Republik Indonesia yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti menghadiri Syawalan 1447 Hijriah
Penulis: Rudi Salam | Editor: Muh Hasim Arfah
Dari forum itu, menurut dia, lahir himpunan pemikiran yang kemudian disusun menjadi mozaik gagasan tentang bagaimana Muhammadiyah memahami tauhid bukan hanya sebagai akidah yang diyakini.
Tetapi juga sebagai horizon yang menggerakkan pembaruan sosial, pendidikan, ekonomi, kelembagaan, dan pemberdayaan umat.
Hadisaputra menilai, salah satu kekuatan utama buku tersebut terletak pada kemampuannya memperlihatkan tauhid sebagai sistem makna yang hidup.
Dalam pembacaan itu, tauhid tidak tampil sekadar sebagai doktrin, tetapi sebagai kerangka simbolik, etis, dan praksis yang membentuk cara warga Muhammadiyah memandang dunia, menilai krisis, menyusun strategi, dan membangun institusi.
Karena itu, peluncuran buku di momentum Syawalan dipandang sejalan dengan semangat Muhammadiyah yang menjadikan Syawal bukan sekadar penutup suasana Lebaran, tetapi awal untuk melanjutkan energi Ramadhan ke dalam kerja-kerja gerakan.
Buku setebal lebih dari 300 halaman itu diterbitkan oleh Majelis Pustaka dan Informasi PWM Sulsel dan menghimpun tulisan dari sejumlah tokoh Muhammadiyah Sulsel.
Seperti Prof Ambo Asse, Prof A Qadir Gassing, Prof Arifuddin Ahmad, Prof Mustari Bosra, Dr Abd Rakhim Nanda, Dr Dahlan Lama Bawa, Dr Abbas Baco Miro, Prof Zulfahmi Alwi, Dr Muhammad Syaiful Saleh, Dr Pantja Nur Wahidin, Prof Budu, Prof Gagaring Pagalung, Dr Husain Abd Rahman, Dr Mawardi Pewangi, dan Dr Mahmudah.
Dalam uraian pembahasannya, buku itu bergerak dari genealogi pemikiran akidah Muhammadiyah, isu-isu akidah kontemporer, gagasan tauhid para tokoh, manhaj tarjih, praksis amal usaha, ekonomi umat, hingga pengembangan cabang, ranting, dan masjid sebagai pusat pemberdayaan.(*)
| Muhammadiyah Sulsel-Baznas Gelar Pesantren 'Jalan Cahaya' Bagi Anak Jalanan dan Pemulung di Makassar |
|
|---|
| Senyuman Gubernur Sulsel Sambut Agenda Strategis Muhammadiyah Sulsel |
|
|---|
| Muhammadiyah Berbenah Pasca SDIT Bermunculan, Didik Suhardi: Sudah Waktunya Kita Naik Kelas |
|
|---|
| Muhammadiyah Sulsel Bakal Pengajian Ramadan, Kaji Pengembangan Wasathiyah Islam Berkemajuan |
|
|---|
| Pj Gubernur Fadjry Jufry Silaturahmi ke Muhammadiyah Sulsel, Bahas Isu Strategis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260328_SYAWALAN-MUHAMMADIYAH_SYAWALAN-muhammadiyah-sulsel.jpg)