Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

FKPP Sulsel Minta Pesantren Tak Dipolitisasi

FKPP Sulsel dukung pembentukan Ditjen Pesantren, tapi minta pesantren tak diikat kepentingan politik.

Tayang:
Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun Timur
DITJEN PESANTREN - Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Sulawesi Selatan KH Afifuddin Harisah saat dipotret Juli 2025 Lalu. FKPP Sulsel minta pemerintah tak politisasi pesantren. Ketua FKPP Afifuddin Harisah menilai pembentukan Ditjen Pesantren langkah strategis memperkuat lembaga pesantren.  

TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Sulawesi Selatan (FKPP Sulsel), Afifuddin Harisah, menilai pembentukan Ditjen Pesantren langkah strategis pemerintah dalam memperhatikan dan memperkuat lembaga pesantren di Indonesia.

Menurutnya, keberadaan Ditjen Pesantren akan membuat pesantren berdiri sendiri secara struktural, terpisah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

“Fasilitas pendataan dan anggaran untuk pesantren sudah sangat signifikan bagi pengembangan, karena sudah tersendiri,” ujar Afifuddin Harisah, Rabu (22/10) sore.

Ia menilai, dengan struktur baru ini, pengelolaan anggaran pesantren akan menjadi lebih profesional karena tidak lagi tercampur dengan madrasah.

Terpenting lagi, kata Afifuddin, pesantren harus mendapat perhatian sama besarnya madrasah. Ia juga mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam menyusun regulasi terkait Ditjen Pesantren.

“Pesantren tidak mau diikat dengan ikatan politis. Pesantren punya martabat secara budaya dan administratif,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pesantren memiliki kultur dan sistem administrasi berbeda dengan madrasah. Jika madrasah secara struktural dikendalikan pemerintah, misalnya melalui penunjukan atau pemberhentian kepala madrasah, maka hal itu tidak bisa diterapkan pada pesantren.

“Pesantren tidak bisa diberhentikan atau diturunkan pimpinannya oleh negara. Persoalannya tidak sama dengan madrasah,” jelasnya.

Menurutnya, banyak pesantren telah mandiri dalam membiayai kegiatan pendidikannya. Karena itu, aturan yang terlalu ketat dan kaku justru berpotensi menimbulkan polemik.

“Pesantren itu bukan cuma sekolah. Ada ekonomi, sosial, dakwah. Jadi tidak sederhana ini pesantren,” katanya.

Ia menegaskan, peran pemerintah sebaiknya sebagai mitra melayani dan memperhatikan pesantren, mengingat jumlahnya yang sangat besar di Indonesia.

“Sifatnya bisa mitra yang dilayani negara sebagai bentuk perhatian ke pesantren yang jumlahnya begitu banyak,” jelasnya.

Pesantren Mandiri

Pimpinan Pondok Pesantren Al Mutahabbun Bontobahari, Muslim Bahar, menilai pembentukan Ditjen Pesantren sebagai langkah maju Kementerian Agama dalam memperhatikan perkembangan pesantren di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bulukumba.

Ia menilai persetujuan pembentukan Ditjen Pesantren oleh Presiden Prabowo kado istimewa pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
VS
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved