Berawal dari Pandemi, Jamu Racikan Warga Bone Ini Jadi Oleh-oleh hingga Jakarta
Perempuan yang merintis usaha rumahan bernama Berjamu itu menawarkan beragam minuman tradisional hasil racikan sendiri.
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Ansar
Bahkan, sejumlah toko besar seperti Hypermart dan pusat oleh-oleh di Makassar mulai memasarkan produk tersebut.
Salah satu produk unggulannya adalah jamu celup kemasan yang dijual dengan harga Rp45 ribu.
Praktis dan mudah disajikan, produk ini menjadi pilihan wisatawan yang ingin membawa pulang cita rasa rempah khas Sulawesi Selatan.
“Jamu celup yang dulunya hanya dikenal oleh masyarakat Bone, kini sudah dikenal lebih luas hingga Jakarta dan sering dijadikan oleh-oleh,” tambahnya.
Hj Ani menunjukkan bahwa warisan kuliner tradisional masih memiliki tempat di tengah modernisasi.
Di saat berbagai minuman kekinian terus bermunculan, jamu tetap bertahan karena menawarkan sesuatu yang tak lekang oleh waktu.
Cita rasa alami, nilai budaya, dan manfaat kesehatan.
Dari secangkir jamu yang diseduh di pagi hari, tersimpan harapan.
Agar tradisi leluhur tetap hidup sekaligus menjadi peluang ekonomi yang mampu mengangkat produk lokal Bone ke panggung yang lebih luas (*)
Laporan Reporter: Hardiyanti Kamaluddin
| Pesan Bupati Sidrap ke 77 ASN Baru: Jangan Bangga dengan Status, Buktikan dengan Kinerja |
|
|---|
| Delapan Anak Dibawah Usia 19 Tahun di Sidrap Tercatat Sudah Menikah |
|
|---|
| Nostalgia Euforia Piala Dunia, Bendera Tim Favorit Berkibar di Tiap Rumah |
|
|---|
| 42 Minggu Tanpa Henti, Yayasan Pemimpin Dari Timur Bagi Makanan Gratis |
|
|---|
| Catat Tanggalnya! SPMB Sidrap 2026 Dibuka 22 Juni, Pendaftaran Lewat Online |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/USAHA-JAMU-Hj-Ani-menjual-minuman-tradisional.jpg)