Nostalgia Euforia Piala Dunia, Bendera Tim Favorit Berkibar di Tiap Rumah
Menurut Musdadi, masyarakat Maluku dikenal sangat antusias dalam mendukung tim favorit mereka.
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Waode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Euforia Piala Dunia selalu menghadirkan cerita menarik di berbagai daerah.
Tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola kelas dunia, pesta empat tahunan itu juga kerap memunculkan fanatisme, kebersamaan, hingga kenangan yang sulit dilupakan.
Hal itu turut dirasakan Musdadi, Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidrap.
Ia mengenang suasana Piala Dunia saat masih menetap di Maluku yang menurutnya memiliki nuansa berbeda dibanding daerah lain.
Menurut Musdadi, masyarakat Maluku dikenal sangat antusias dalam mendukung tim favorit mereka.
Dukungan yang diberikan tidak hanya sebatas menonton pertandingan atau mengenakan jersey, tetapi juga diwujudkan dengan memasang bendera negara yang didukung di depan rumah masing-masing.
“Dulu saya ingat sekali, kalau sudah masuk musim Piala Dunia, orang-orang tidak hanya membeli baju jersey kebanggaannya, tetapi sampai memasang bendera negara tim favoritnya di halaman rumah,” ujar Musdadi saat berbagi kenangan, Jumat (5/6/2026).
Suasana tersebut, kata dia, membuat perkampungan dan lingkungan tempat tinggal terlihat semarak dengan beragam warna bendera negara peserta Piala Dunia.
Setiap sudut kampung seakan berubah menjadi arena dukungan bagi tim-tim besar dunia.
Fanatisme masyarakat terhadap tim pilihannya bahkan terkadang memengaruhi jalannya kegiatan nonton bareng yang digelar warga.
Musdadi mengaku pernah menyaksikan langsung bagaimana kekecewaan pendukung tim tertentu berujung pada dihentikannya acara nonton bersama.
“Misalnya pemilik layar lebar itu pendukung Spanyol. Ketika tim yang didukung kalah, kadang nonton bareng langsung dihentikan karena rasa kecewanya. Itu yang saya lihat waktu itu,” kenangnya sambil tersenyum.
Meski terkesan berlebihan, menurut Musdadi, hal tersebut justru menjadi bagian dari warna dan keunikan masyarakat Maluku dalam mengekspresikan kecintaannya terhadap sepak bola.
Tak hanya saat pertandingan berlangsung, kemeriahan juga terlihat ketika tim favorit berhasil meraih kemenangan atau bahkan menjuarai Piala Dunia.
Warga biasanya turun ke jalan melakukan konvoi sambil membawa dan mengibarkan bendera negara yang mereka dukung.
| 42 Minggu Tanpa Henti, Yayasan Pemimpin Dari Timur Bagi Makanan Gratis |
|
|---|
| Ngefans Sejak Era Zidane, Ketua KNPI Maros Jagokan Prancis |
|
|---|
| Bukan Fanatisme, Wakil Ketua DPRD Gowa Dukung Spanyol Berdasarkan Kualitas Skuad |
|
|---|
| Tak Mau Lewatkan Laga Les Bleus, Komisioner KPU Bone Siap Begadang Sampai Subuh |
|
|---|
| Catat Tanggalnya! SPMB Sidrap 2026 Dibuka 22 Juni, Pendaftaran Lewat Online |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Musdadi-Kepala-Seksi-Peserta-Didik_562026_.jpg)