Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadan 2026

Ramadan di Masjid Jami Tua Palopo, Zakat Terkumpul Hingga Rp100 Juta

Masjid Jami Tua Palopo tidak hanya menjadi pusat ibadah saat Ramadan, tetapi juga Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dengan pengumpulan zakat tertinggi.

Tayang:
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Andi Bunayya Nandini
MASJID JAMI PALOPO - Potret Masjid Jami Tua di Jalan Andi Machulau, Kelurahan Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Jumat (6/3/2026). Masjid bersejarah ini menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dengan pengumpulan zakat tertinggi di Kota Palopo, dengan total dana yang dapat mencapai lebih dari Rp100 juta setiap tahun.  

Ringkasan Berita:
  • Masjid Jami Tua Palopo menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dengan pengumpulan zakat tertinggi di Kota Palopo, Sulsel.
  • Setiap tahun dana zakat yang terkumpul berkisar Rp90 juta hingga lebih dari Rp100 juta. 
  • Masjid bersejarah di Jalan Andi Machulau ini juga aktif menggelar berbagai kegiatan Ramadan seperti ceramah, tadarus, dan tradisi bersanji serta menyediakan layanan sosial bagi masyarakat.
 
 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO – Suasana Ramadan selalu menghadirkan kehangatan tersendiri di Masjid Jami Tua Palopo, Jalan Andi Machulau, Kelurahan Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Masjid bersejarah yang berada di jantung Kota Palopo ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat.

Baik pada bulan suci Ramadan maupun di luar Ramadan, berbagai kegiatan rutin digelar hampir setiap malam.

Jemaah dari berbagai kalangan datang mengikuti rangkaian ibadah yang telah menjadi tradisi turun-temurun di masjid tersebut.

Imam Masjid Jami Tua Palopo, Radhi Nur, mengatakan selama Ramadan aktivitas keagamaan di masjid berlangsung cukup padat.

“Setiap malam ada kegiatan bersama jemaah. Biasanya diisi ceramah agama, kemudian pada malam-malam lainnya kami melaksanakan tadarus Al-Qur’an bersama,” kata Radhi saat ditemui di Masjid Jami Tua Palopo, Jumat (6/3/2026).

Selain ceramah dan tadarus, kegiatan kebersamaan jemaah juga digelar pada malam Rabu dan malam Kamis.

Sementara pada malam Jumat, masyarakat berkumpul mengikuti tradisi bersanji, yakni pembacaan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang telah lama menjadi bagian dari budaya keagamaan masyarakat setempat.

Menurut Radhi, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga mempererat hubungan antarjemaah di lingkungan masjid.

“Jemaah bisa berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam beribadah,” ujarnya.

Selain kegiatan keagamaan, Masjid Jami Tua Palopo juga menjalankan sejumlah layanan sosial bagi masyarakat.

Salah satunya penyediaan mobil pengantaran jenazah yang hingga kini masih aktif digunakan warga.

Radhi menjelaskan masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut cukup datang menemui pengurus masjid.

“Kalau ada masyarakat yang membutuhkan, cukup datang ke pengurus masjid atau kepada imam. Mobilnya bisa langsung digunakan dan tidak dipungut biaya,” jelasnya.

Layanan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial pengurus masjid kepada masyarakat, khususnya bagi keluarga yang sedang berduka.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved