'Makan Saja Susah', Buruh Harian Pinrang Tak Lagi Terima Bansos Gegara Dikira Punya Tabungan Emas
Dikira Punya Tabungan Emas, Buruh Harian di Pinrang Dihapus Sebagai Penerima Bansos
Penulis: Moh Faizal Lupphy S | Editor: Alfian
"Karena saya perjuangkan datanya wargaku," tegas Lukman mengenai komitmennya membantu warga miskin.
Lukman berencana untuk segera mengajukan kembali data usulan penurunan desil keluarga Hendra.
Pihak kelurahan sebelumnya sempat mempertanyakan keberadaan sebuah mobil yang terparkir di depan rumah.
Hendra berdalih mobil tersebut hanya digunakannya tetapi bukan merupakan aset atas nama pribadinya.
Lukman meminta Dinas Sosial mendalami status kepemilikan kendaraan roda empat tersebut secara detail.
Pihak kelurahan mengkhawatirkan adanya penyalahgunaan nama dalam kepemilikan aset kendaraan bermotor itu.
Lukman sengaja tidak mempertanyakan isu kepemilikan emas karena dinilai sebagai pembahasan yang sensitif.
Namun, isu aset emas tersebut akhirnya dihapus dari aplikasi permohonan pembaruan data desil.
Hendra membantah keras memiliki aset emas di tengah kondisi ekonominya yang serba kekurangan.
"Bagaimana caranya mau ada emas ku pak, sedangkan makan sehari-hari ku saja itu susah," kutip Lukman.
Data pembaruan status Hendra kini telah dinolkan dan dikirim ulang ke pihak dinas.
Meski begitu, data terbaru Hendra belum terlihat masuk dalam sistem resmi Dinas Sosial.
Sebelumnya, Seorang warga kurang mampu di Pinrang, Hendra, mengeluhkan carut-marut pendataan bantuan sosial.
Hendra mengaku sudah hampir dua tahun terakhir ini tinggal di sebuah rumah kontrakan.
Ditemui Tribun-Timur.com di rumah kontrakannya Jln Kandea, Kelurahan Penrang, Kecamatan Watang Sawitto.
| Panjang Jalan Sulsel 2.014 Km, BMBK Target Kemantapan Capai 80 Persen |
|
|---|
| Studi Banding ke Maros, KONI Polman Pelajari Tata Kelola Olahraga |
|
|---|
| AHM Best Student 2026 Dibuka, Pelajar Sulsel Berpeluang Raih Beasiswa dan Hadiah Ratusan Juta Rupiah |
|
|---|
| Nasib Warga Miskin di Pinrang, Hidup Susah Tapi Data Negara Sebut Punya Mobil dan Emas |
|
|---|
| Tak Hanya Rp705 Miliar, Pemprov Sulsel Juga Berutang Rp278 M ke BPJS Kesehatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260605-Buruh-Harian-di-Pinrang.jpg)