Opini
Dari Warung Kopi ke TikTok: Evolusi Ruang Ketiga Perokok Muda
Sebatang rokok berpindah tangan, disulut bersama, lalu menjadi simbol keakraban yang sulit dipisahkan dari suasana.
Dalam konteks perilaku merokok, ruang pertama adalah keluarga yang mengajarkan nilai- nilai dasar.
Ruang kedua adalah institusi formal seperti sekolah, kampus, dan kebijakan kesehatan yang menyampaikan pesan tentang bahaya rokok.
Namun di antara keduanya terdapat ruang ketiga, tempat seseorang berinteraksi dengan teman sebaya, komunitas, budaya populer, dan kini media sosial.
Di ruang inilah makna tentang rokok sering kali dibentuk ulang.
Seorang mahasiswa mungkin mengetahui bahwa merokok meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.
Informasi tersebut ia peroleh dari sekolah, kampus, atau kampanye kesehatan. Namun ketika membuka media sosial, ia menemukan konten yang menampilkan rokok sebagai bagian dari gaya hidup yang dianggapmenarik.
Rokok muncul dalam video perjalanan, konten musik, suasana nongkrong malam hari, atau berbagai visual estetik yang menampilkan kebebasan dan ekspresi diri.
Tidak ada ajakan langsung untuk merokok. Tidak ada pesan eksplisit yang mengatakan bahwa merokok adalah sesuatu yang baik.
Namun kehadiran yang berulang-ulang membuat rokok tampak biasa.
Lambat laun, perilaku tersebut menjadi sesuatu yang tidak lagi dipertanyakan. Inilah yang disebut normalisasi.
Normalisasi bekerja secara halus. Ia tidak memaksa, tetapi membiasakan. Ia tidak memerintah, tetapi membuat sesuatu terlihat wajar.
Ketika seseorang terus-menerus melihat perilaku tertentu hadir dalam lingkungan sosialnya, maka batas antara yang berisiko dan yang dianggap normal menjadi semakin kabur.
Yang menarik, media sosial mempercepat proses ini dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Jika dahulu seorang remaja hanya terpapar perilaku merokok dari lingkungan sekitar, kini ia dapat menyaksikan ribuan representasi serupa setiap hari melalui algoritma digital.
Ruang ketiga yang sebelumnya terbatas pada lingkaran sosial tertentu kini berubah menjadi ruang global yang aktif selama dua puluh empat jam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-06-03-Nur-Afiaty-Mursalim.jpg)