Opini
Dari Warung Kopi ke TikTok: Evolusi Ruang Ketiga Perokok Muda
Sebatang rokok berpindah tangan, disulut bersama, lalu menjadi simbol keakraban yang sulit dipisahkan dari suasana.
Oleh: Nur Afiaty Mursalim
Dosen Prodi D4 Promosi Kesehatan FIKK UNM
TRIBUN-TIMUR.COM - Jika beberapa dekade lalu seseorang ingin diterima dalam kelompok pertemanan, salah satu ruang yang sering menjadi tempat berkumpul adalah warung kopi.
Di sana, percakapan mengalir, relasi sosial terbentuk, dan tidak jarang rokok menjadi bagian dari interaksi tersebut.
Sebatang rokok berpindah tangan, disulut bersama, lalu menjadi simbol keakraban yang sulit dipisahkan dari suasana.
Hari ini, ruang itu tidak hilang. Namun ia telah berevolusi.
Warung kopi masih ada, tetapi kini hadir pula ruang baru yang jauh lebih luas dan tanpa batas geografis: media sosial.
TikTok, Instagram, YouTube, hingga berbagai komunitas digital telah menjadi tempat generasi muda membangun identitas, mencari pengakuan, dan mendefinisikan apa yang dianggap normal.
Jika dahulu normalisasi perilaku merokok banyak terjadi di ruang-ruang pertemuan fisik, kini proses yang sama dapat berlangsung hanya melalui layar telepon genggam.
Perubahan ini penting untuk dipahami karena perilaku merokok tidak hanya berkaitan dengan nikotin atau keputusan individu.
Ia juga berkaitan dengan makna sosial yang melekat pada rokok itu sendiri.
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang jarang merokok hanya karena rasa penasaran terhadap produknya. Banyak yang mulai merokok karena ingin diterima dalam kelompok
tertentu, terlihat lebih dewasa, lebih santai, lebih maskulin, atau sekadar tidak ingin dianggap berbeda.
Dengan kata lain, rokok sering kali berfungsi sebagai simbol sosial.
Fenomena tersebut dapat dijelaskan melalui konsep Third Space atau ruang ketiga yang diperkenalkan oleh pemikir budaya Homi K. Bhabha.
Ruang ketiga adalah ruang di mana berbagai nilai, identitas, dan makna saling bertemu lalu dinegosiasikan. Ia berada di antara berbagai pengaruh yang membentuk kehidupan seseorang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-06-03-Nur-Afiaty-Mursalim.jpg)