Literasi Ulama
Haul ke-10 Prof. Dr. Rahman Idrus
Haul ke 10 tahun wafatnya Prof. Dr. H. Rahman Idrus, salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Sulsel diperingati keluarganya.
Dalam wawancara dengan salah seorang tokoh NU Sulsel, H. Makmur Idrus yang juga adik kandung beliau, pada Kamis, 11 Juni 2026 mantan Ketua Ansor Sulsel itu mengenang 10 tahun wafatnya Prof. Dr. H, Rahman Idrus.
Baginya, sang kakak adalah sosok yang tegas, disiplin, rajin, dan militan.
Bahkan masih tergiang dengan terang kala dikader oleh Prof. Rahman Idrus tahun 1987 yang menanamkan ideologi keaswajaan.
Sehatri-hari ia sering berdiskusi banyak hal, terutama masa depan NU.
Prof. Rahman Idrus memiliki sikap perhatian pada setiap orang, termasuk dirinya.
Hal mengesankan, tidak pernah sekalipun beliau menegur apalagi memarahi seseorang.
Meskipun disadarinya kemungkinan terjadi hal yang kurang disukai, tetapi rasa cintanya pada kader NU sehingga senantiasa mengedepankan keteladanan.
Nilai keteladanan lainnya, beliau mewasiatkan untuk tabayyun terhadap segala hal untuk hindari kesalahpahaman.
Pendiri PMII Sulsel dan Tim Perumus Deklarasi Murnajati sebagai titik balik independensi PMII tahun 1972 dan menjabat wakil Syuriah NU Sulsel.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Firdaus-Muhammad-Guru-Besar-Komunikasi-Politik-Islam-UIN-Alauddin-Makassar.jpg)