Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Literasi Ulama

Haul ke-10 Prof. Dr. Rahman Idrus

Haul ke 10 tahun wafatnya Prof. Dr. H. Rahman Idrus, salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Sulsel diperingati keluarganya.

Tayang:
Ist
OPINI - Firdaus Muhammad, Pembina Pesantren An-Nahdlah, Dosen UIN Alauddin, dan Pengurus MUI Sulsel 

Oleh: Firdaus Muhammad
Pembina Pesantren An-Nahdlah, Dosen UIN Alauddin, dan Pengurus MUI Sulsel

TRIBUN-TIMUR.COM - Haul ke 10 tahun wafatnya Prof. Dr. H. Rahman Idrus, salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Sulsel diperingati keluarganya.

Wafat Selasa, 31/5/2016 di Makassar.

Lahir 12 Januari 1945 di Pangkep.

Ketokohannya senantiasa dikenang.

Selain sebagai salah satu pendiri UIM, beliau juga merupakan tokoh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Sulsel.

Prof. Rahman Idrus dikenal ideologi NU, Sosoknya multitalenta, selain akademisi dan saat muda dikenal aktivis KNPI, Sekretaris PB. DDI periode 2003-2007, juga dikenal politisi, pernah menjadi anggota DPRD Kota Makassar periode 1971-1976.

Mengenang beliau, telah ditulis buku berjudul: Prof. Dr. H. A. Rahman Idrus, M.Pd, Ulama Intelektual dan Penggerak NU Sulawesi Selatan.

Buku itu mengulas biografi lengkapnya yang dibagi ke dalam 8 bab meliputi ulasan masa kacilnya, pendidikan dan perjalanan intelektualnya, aktivisme mahasiswa dan organisasi.

Kemudian karir akademik dan kepemimpinannya dalam dunia perguruan tinggi, baik di IAIN Parepare maupun di UIM serta kampus lain.

Buku tersebut juga ulas kiprah di pesantren dan dakwah sosialnya, termasuk kepeloporannya bersama AGH. Sanusi Baco dan AGH. Zain Irwanto dalam mendirikan Pesantren NU yakni Nahdlatul Ulum di Maros.

Selain itu juga terlibat pengembangan Pesantren Pondok Madinah bersama Prof. Nasaruddin Umar dan AGH. Bakri Kadir serta ulama lainnya.

Pada bagian ketujuh dan delapan disajikan perannya di NU dan organisasi Islam lainnya serta kehidupan pribadi dan keluarga.

Ihwal ketokohan Prof. Dr. H. Rahman Idrus dalam mengembangkan jami’iyah dan jama’ah NU tak diragukan.

Pengabdian beliau di institusi pendidikan yang bernaung di NU seperti UIM penuh dedikasi.

Dalam wawancara dengan salah seorang tokoh NU Sulsel, H. Makmur Idrus yang juga adik kandung beliau, pada Kamis, 11 Juni 2026 mantan Ketua Ansor Sulsel itu mengenang 10 tahun wafatnya Prof. Dr. H, Rahman Idrus.

Baginya, sang kakak adalah sosok yang tegas, disiplin, rajin, dan militan.

Bahkan masih tergiang dengan terang kala dikader oleh Prof. Rahman Idrus tahun 1987 yang menanamkan ideologi keaswajaan.

Sehatri-hari ia sering berdiskusi banyak hal, terutama masa depan NU.

Prof. Rahman Idrus memiliki sikap perhatian pada setiap orang, termasuk dirinya.

Hal mengesankan, tidak pernah sekalipun beliau menegur apalagi memarahi seseorang.

Meskipun disadarinya kemungkinan terjadi hal yang kurang disukai, tetapi rasa cintanya pada kader NU sehingga senantiasa mengedepankan keteladanan.

Nilai keteladanan lainnya, beliau mewasiatkan untuk tabayyun terhadap segala hal untuk hindari kesalahpahaman.

Pendiri PMII Sulsel dan Tim Perumus Deklarasi Murnajati sebagai titik balik independensi PMII tahun 1972 dan menjabat wakil Syuriah NU Sulsel.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved