Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Oleh-Oleh Terindah dari Tanah Suci: Bimbingan Pasca Haji - 1

Sesungguhnya, oleh-oleh paling berharga dari Tanah Suci bukanlah benda yang dapat habis dikonsumsi atau rusak dimakan waktu.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
2026-06-03 - Dr. Hj.Haniah, Lc. MA Pembimbing Ibadah Kloter 1 UPG Thn 2026  

Gelar haji sesungguhnya bukan simbol prestise sosial, melainkan amanah moral.

Semakin tinggi penghormatan yang diberikan masyarakat, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaga perilaku dan menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh sebab itu, oleh-oleh haji yang paling dibutuhkan oleh masyarakat bukanlah kurma atau air zamzam, melainkan keteladanan yang lahir dari kemabruran haji.

Pada akhirnya, setiap jamaah perlu bertanya kepada dirinya sendiri setelah kembali dari Makkah: apa yang sebenarnya saya bawa pulang dari perjalanan ini?

Jika yang pulang hanya tubuh dan koper, maka haji mungkin hanya menjadi pengalaman perjalanan.

Namun jika yang pulang adalah hati yang lebih dekat kepada Allah, lisan yang lebih terjaga, akhlak yang lebih baik, dan semangat ibadah yang lebih kuat, maka itulah oleh-oleh yang sesungguhnya.

Sebab kurma akan habis dimakan, zamzam akan habis diminum, dan kain ihram akan tersimpan di lemari.

Tetapi hati yang berubah menjadi lebih baik karena Allah akan terus menebarkan keberkahan sepanjang hidup.

Itulah oleh-oleh terindah dari Tanah Suci, oleh-oleh yang tidak hanya membahagiakan diri sendiri, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan generasi yang akan datang.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved