Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Literasi Ulama

AGH. Muh. Harisah AS dan An-Nahdlah

Seusai shalat isya dilanjutkan menayangan napak tilas perjalanan hidup AGH. Muh. Harisah AS yang mengundang keharuan dan kerinduan.

Tayang:
Ist
oOPINI - Firdaus Muhammad, Pembina Pesantren An-Nahdlah, Dosen UIN Alauddin, dan Pengurus MUI Sulsel 

Oleh: Firdaus Muhammad
Pembina Pesantren An-Nahdlah, Dosen UIN Alauddin, dan Pengurus MUI Sulsel

TRIBUN-TIMUR.COM - Pondok Pesantren An-Nahdlah tahun ini gebap berusia 40 Tahun.

Anregurutta haji (AGH). Muh. Harisah AS merintis berdirinya Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar memiliki kisah panjang.

Setelah menyelesaikan pendidikan di IAIN, kini UIN Alauddin Makassar tahun 1978 terbetik niat pulang kampung di Bone.

Namun atas permintaan al-allamah nashirus sunnah AGH. Muh. Nur agar tetap di Makassar menjadi benteng Aswaja.

Beliau menunaikan nasehat gurunya itu, merintis pengajian Ashabul Kahfi di kediamannya di Jalan Tinumbu Makassar, berkembang menjadi Majelis Talim Asyafi’iyah 1982 dan tepat 20 Juni 1986 beliau mendirikan Pesantren An-Nahdlah Makassar yang membina pengajian kitab kuning dan madrasah tingkat Tsanawiyah dan Aliyah.

Selama lebih 30 tahun memimpin pesantren dengan membina pengajian kitab kuning bada magrib dan shubuh hingga wafat pada 20 Mei 2013.

Kepemimpinan Pesantren An-Nahdlah dilanjutkan oleh putra sulungnya, Prof. Dr. KH. Afifuddin Harisah Lc, M.Ag.

Peringatan haul ke-12 AGH. Muh. Harisah AS digelar Selasa, 20 Mei 2026 di Masjid Nurul Ihsan Layang Makassar, rangkaian acaranya berupa khataman al-qur’an dan tahlil diikuti ratusan santri, alumni, guru dan orang tua santri serta jamaah.

Seusai shalat isya dilanjutkan menayangan napak tilas perjalanan hidup AGH. Muh. Harisah AS yang mengundang keharuan dan kerinduan.

Peringatan haul yang digelar Keluarga Besar Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar itu merupakan tradisi yang dilakukan setiap tahunnya.

AGH. Muh. Harisah bin AGH. Abduh Shafa adalah Pendiri Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar, sekaligus pimpinan hingga wafat.

Haul digelar di masjid Nurul Ihsan Layang Jl. Tinumbu yang merupakan saksi AGH. Muh. Harisah memberi pengajian kitab kuning Keulamaan beliau tampak dari keilmuan dan keteladanannya penuh kharisma.

Risalah keilmuan AGH. Muh. Harisah AS berawal dari abahnya, AGH. Abduh Shafa.

AGH. Abduh Shafa merupakan alumni DDI Mangkoso generasi awal yang dibina langsung AGH. Abdurrahman Ambo Dalle.

Kemudian AGH. Muh. Harisah bersama dua adiknya, Anregurutta Dr. KH. Baharuddin HS, MA dan Prof. Dr. KH. Najamuddin HS, MA mengaji kitab kuning pada AGH. Muh. Yunus Maratan, sosok ulama yang diakui AGH. Muh. Harisah AS sebagai figur yang cukup mewarnainya.

Setelah hijrah ke Makassar, rihlah ilmiahnya berlanjut dengan berguru pada AGH. Muhammad Nur, AGH. Abdul Kadir Khalid, MA. AGH. Mustafa Nuri LAS.

Sembari berguru pada sejumlah ulama tersebut, AGH. Muh. Harisah AS mendedikasikan hidupnya dengan mendirikan Pondok Pesantren An-Nahdlah yang berarti kebangkitan.

Peringatan 40 tahun Pondok Pesantren An-Nahdlah digelar 20 Juni 2026 mendatang dirangkaikan penamatan para santri sebagai alumni yang kini berjumlah lebih 3000-an.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved