Salam Tribun Timur
Gangguan Pappalimbang itu Juga Nyata
Ada gangguan lain yang justru berdiri di titik paling vital: di tengah jalan. Gangguan yang selama ini seperti dibiarkan.
Papplimbang itu masih menguasai tengah jalan di Jalan AP Pettarani, Jalan Veteran, Jalan Sultan Alauddin, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan jalan utama lainnya.
Jelas.
Mereka juga harus ditertibkan.
Dan itu patut dicatat sebagai capaian.
Namun kota tidak hanya hidup di pinggir jalan.
Ada gangguan lain yang justru berdiri di titik paling vital: di tengah jalan.
Gangguan yang selama ini seperti dibiarkan.
Seolah menjadi bagian normal dari lalu lintas.
Padahal tidak pernah benar-benar sah.
Jika trotoar harus steril demi pejalan kaki, maka badan jalan juga harus steril demi keselamatan lalu lintas.
Tidak boleh ada ruang yang setengah tertib.
Penataan kota tidak bisa berhenti di yang terlihat.
Ia harus menyentuh yang selama ini dianggap “biasa”.
Karena sering kali, yang paling merusak justru yang paling dianggap biasa.
Pappalimbang bukan sekadar fenomena sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pak-ogah-yang-mengatur-kendaraan-di-fasilitas-putar-balik-di-Jl-Urip-Sumoharjo-Makassar.jpg)