Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kolom Teropong

Mundur

Mungkin untuk memperlihatkan sikap santun dan menghargai orang lain sehingga terjadi kontradiksi dalam peryataannya.

Editor: Hasriyani Latif
DOK PRIBADI
Dosen Ilmu Komunikasi Unhas Abdul Gafar. 

oleh:
Abdul Gafar
Pendidik di Departemen Ilmu Komunikasi Unhas Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Pada hakekatnya manusia selalu berpikir ke depan dan maju terus.

Begitu pula dalam berbagai aktivitas termasuk urusan kenegaraan dan kebangsaan, kemajuan merupakan cita-cita yang mesti dicapai.

Akan tetapi dalam pidato-pidato yang sering dikemukakan oleh pejabat terkadang berbanding terbalik dengan kemajuan yang ingin dicapai.

Misalnya saja dengan kata-kata: “marilah kita kejar ketertinggalan kita”, dengan penuh semangat yang berapi-api.

Secara logika, yang ingin dikejar adalah ketertinggalan, artinya berbeda dengan kemajuan. Karena yang dikejar adalah ketertinggalan, maka yang dicapai adalah ketertinggalan, bukan kemajuan. Benar kan?

Anak bangsa kita ini terkadang menunjukkan sikap yang tidak konsisten. Mungkin untuk memperlihatkan sikap santun dan menghargai orang lain sehingga terjadi kontradiksi dalam peryataannya.

Misalnya saja suatu ketika ada kawan atau sahabat yang diajak mampir di rumah kita.

“Ayo mampir dulu di rumah”. Sang sahabat menjawab : “iya terima kasih”, sambil terus berlalu. Nah, seharusnya ia mengatakan, “tidak, terima kasih”, karena memang ia tidak ingin mampir. Kontradiksi lagi kan 

Sikap kontradiksi biasa kita tampilkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman penulis di kelas biasa terjadi hal seperti itu.

Ketika penulis sedang menerangkan sesuatu, ada mahasiswa yang berbicara dengan kawannya.

Ketika penulis menanyakan kepada mahasiswa apa yang baru saja dibicarakan? Jawab mereka: “tidak ada Pak”, katanya.

Padahal yang terlihat baru saja mereka bercakap-cakap. Ini salah satu ‘kemunduran’ yang terjadi pada banyak lintas generasi.

Bukan saja yang terjadi dikalangan orang tua, melainkan juga yang muda-muda terimbas sikap seperti ini.

Sikap mundur dapat ditafsirkan macam-macam, tergantung konteksnya. Begitu pula orang yang menyatakannya. Terkadang lain di mulut, lain di hatinya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved