Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Juanto Avol

Loncat Menghapus Jejak?

Namun, hari ini saya tidak akan menulis tentang sejarah kopi, mungkin dilain waktu.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com
Juanto Avol Komisioner Bawaslu Gowa. 

Tak tanggung-tangung, nyawa disana labih murah ketimbang segenggam nasi dan roti, sekali rebutan, sebiji peluru bisa menembus dada.

Mungkin, kita sulit bayangkan, betapa pahitnya hidup disana.

Penindasan, kekerasan, pembantaian, pemerkosaan, dan semua lara itu sepertinya mereka wakili di dunia ini.

Tengoklah. Ethopia, engkau pahit dikenang, sulit terlupa.

Namun, satu-satunya yang membuat bertahan hanyalah harapan.

Sebuah cita dan rasa yang tak akan lekang sebagai cahaya.

Dan lihatlah, wajah Ethopia sebagian kini berubah, daratan Afrika itu betul-betul berbenah.

Dan tahukah kita, salah satu negara yang menyokong kekuatan ekonominya?

Dialah China, terlepas dari semua ketidaksukaan kelompok tertentu terhadap China, nyatanya sebagai negara adidaya, dia mampu memajukan peradaban bangsa lain.

Dan tahukah kita, salah satu negara yang membantu teknologi pertanian Afrika?

Itulah Indonesia, dengan produk mesin dalam negeri.

Mobil pertanian dipesan sebanyak 10.000 unit, sebuah karya asli anak bangsa telah mendarat disana.

Yang pasti, negara-negara Asia Afrika itu kini melangkah, saling menopang, berupaya meloncat lebih tinggi untuk maju sejajar dengan bangsa lain.

Begitulah sepandang kilas kehidupan di sana dari rekam ingatan jejak di meja kopi, lirih dalam lantunan pita kaset suara Iwan Fals, Ethopia.

Demikian halnya, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved