Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Hadis dan Ilusi Kesalehan Online

Apa yang dulu dianggap cukup untuk diri sendiri, kini terasa “kurang lengkap” kalau belum dibagikan.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
OPINI - Dr. Amrullah Harun, S.Th.I., M.Hum Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Palopo 

Ada semacam pesan kuat bahwa hubungan paling jujur dengan Tuhan justru terjadi ketika tidak ada siapa pun yang melihat. Amal yang tersembunyi itu seperti akar—tidak terlihat, tapi justru menopang semuanya.

Sayangnya, dalam budaya digital, yang tidak terlihat sering dianggap tidak ada.

Ini yang jadi dilema. Di satu sisi kita ingin berbagi kebaikan, di sisi lain kita juga ingin menjaga keikhlasan.

Akhirnya, mungkin yang paling realistis bukan memilih antara “harus ditampilkan” atau “harus disembunyikan”, tetapi bagaimana kita terus jujur pada diri sendiri.

Sesekali membagikan ibadah untuk tujuan yang jelas—seperti edukasi atau motivasi—itu bisa saja.

Tapi kalau setiap momen ibadah selalu ingin dipublikasikan, mungkin perlu ada jeda untuk bertanya ulang: masihkah ini tentang Tuhan, atau sudah bergeser menjadi tentang manusia?
Di tengah dunia yang serba terbuka ini, menjaga ruang privat dalam ibadah justru menjadi semakin penting. Bukan untuk menutup diri, tetapi untuk merawat sesuatu yang paling inti: keikhlasan. Karena pada akhirnya, yang benar-benar bernilai bukan apa yang dilihat orang lain, tetapi apa yang “terlihat” di hadapan Tuhan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved