Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Hadis dan Ilusi Kesalehan Online

Apa yang dulu dianggap cukup untuk diri sendiri, kini terasa “kurang lengkap” kalau belum dibagikan.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
OPINI - Dr. Amrullah Harun, S.Th.I., M.Hum Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Palopo 

Kadang ia sangat halus, bahkan bisa bersembunyi di balik niat baik. Misalnya, kita bilang “ini untuk menginspirasi,” tapi dalam hati kecil ada rasa senang ketika dipuji. Itu manusiawi, tapi tetap perlu diwaspadai.

Meski begitu, kita juga tidak bisa langsung menghakimi bahwa semua bentuk “menampakkan ibadah” itu salah.

Dalam sejarah Islam, justru ada contoh yang menunjukkan bahwa memperlihatkan amal bisa menjadi bagian dari dakwah.

Abdullah bin Umar, misalnya, dikenal sangat teliti dalam mengikuti praktik Nabi.

Ia tidak segan memperlihatkan bagaimana ia berwudhu, bagaimana ia beribadah, karena tujuannya jelas: agar orang lain bisa belajar langsung, bukan sekadar mendengar teori.

Dalam konteks ini, amal yang tampak justru menjadi sarana pendidikan. Begitu juga dengan Sufyan al-Tsauri.

Ia dikenal sangat menjaga keikhlasan, bahkan cenderung menghindari popularitas. Tapi dalam situasi tertentu, ia tetap tampil di hadapan publik—mengajar, memimpin, bahkan menunjukkan praktik ibadah—karena itu bagian dari tanggung jawab keilmuan.

Hal yang sama bisa kita lihat pada Ahmad ibn Hanbal. Keteguhan beliau dalam beribadah di tengah tekanan tidak disembunyikan, justru menjadi teladan yang menguatkan banyak orang.

Jadi, jelas bahwa dalam tradisi Islam, ada ruang untuk menampakkan amal—selama orientasinya benar.

Yang membedakan dengan kondisi sekarang adalah lingkungannya.

Para ulama dulu hidup dalam ruang sosial yang terbatas, tanpa tekanan untuk terus “eksis”.

Mereka tidak menghadapi algoritma yang mendorong konten untuk terus muncul dan diulang.

Hari ini, kita hidup dalam sistem yang secara tidak langsung “meminta” kita untuk terus tampil.

Kalau tidak, kita seperti hilang dari peredaran. Di titik ini, bahkan niat yang baik pun bisa tergelincir tanpa kita sadari.

Di sisi lain, hadis juga banyak menekankan keutamaan amal yang dilakukan secara diam-diam.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved