Mutiara Ramadhan 2026
'Alim Hakim' dan Maqasid-Based
Sebaliknya, kebijaksanaan tanpa pengetahuan dapat menjurus pada sikap yang tidak berdasar.
Panitia kemudian menjelaskan bahwa mereka menggunakan kalender global tunggal, sehingga menurut perhitungan mereka jadwalnya malam itu.
Saya menjelaskan bahwa saya tidak bisa hadir malam itu karena sudah memiliki jadwal di tempat lain.
Percakapan pun berakhir dengan saling memahami keadaan.
Peristiwa kecil ini memberikan pelajaran penting tentang bagaimana ilmu dan kebijaksanaan perlu berjalan bersama.
Pendekatan maqasid-based mengajarkan bahwa penggunaan sains dan pengetahuan sangat dianjurkan dalam Islam.
Bahkan sejarah peradaban Islam menunjukkan bahwa agama ini sangat mendorong pengembangan ilmu pengetahuan.
Namun pendekatan maqasid tidak berhenti pada penggunaan sains semata.
Ia menambahkan satu dimensi penting: memastikan bahwa penerapan ilmu tersebut membawa kemaslahatan dan efektif dalam konteks masyarakat.
Pengetahuan tidak selalu identik dengan kebijaksanaan.
Ilmu bisa saja benar secara teoretis, tetapi tidak selalu tepat dalam penerapannya pada situasi tertentu.
Analogi sederhana dapat membantu menjelaskan hal ini.
Bayangkan seorang dosen membawa proyektor LCD untuk mengajar di daerah terpencil yang sama sekali tidak memiliki listrik.
Di kota besar, penggunaan LCD merupakan tanda profesionalisme seorang dosen atau guru.
Namun di tempat yang tidak memiliki listrik, alat tersebut tidak memiliki fungsi apa pun.
Pengetahuan tentang teknologi memang penting, tetapi kebijaksanaan menuntut kita melihat apakah teknologi itu relevan dengan kondisi yang ada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-02-27-Prof-Dr-Abdul-Rauf-M-Amin-MA-Guru-Besar-UIN-Alauddin.jpg)