Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Muhasabah ke Dua Puluh Satu: Ceramah untuk Para Penceramah

Sebuah motor, tiba-tiba memotong jalur dengan serampangan, memaksa saya menginjak rem secara mendadak.

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com
TRIBUN OPINI - Salman Ahmad Alumnus IMMIM & Pakar Ikatan Alumni Timur Tengah. 

Oleh: Salman Ahmad

JARUM jam di dasbor mobil terasa seperti detak jantung yang memburu.

Tinggal lima belas menit menuju waktu yang dijanjikan, sementara jalanan di depan, masih terkunci rapat oleh mobil dan motor yang juga sedang menuju tujuannya.

Saya, yang seharusnya duduk tenang di kursi mimbar membicarakan tentang kesabaran dan keluhuran budi, kini justru sedang mencengkeram kemudi dengan buku jari yang memutih.

Berharap bisa segera lolos dari jebakan kemacetan. 

Sebuah motor, tiba-tiba memotong jalur dengan serampangan, memaksa saya menginjak rem secara mendadak.

Berikutnya, sebuah mobil bergerak lambat seolah sedang menikmati perjalanannya, atau mungkin sedang menelpon, di dalam mobilnya.

Ada gejolak di dada, campuran antara kecemasan, kegelisahan, kejengkelan, dan rasa tanggung jawab yang mendesak.

"Saya harus cepat," bisik batin saya.

"Jamaah sudah menunggu. Panitia pasti gelisah."

Namun, di sela-sela dorongan untuk menginjak gas lebih dalam dan mulai melakukan manuver menyalip yang agresif, sebuah tanya menghantam kesadaran: Jika saya memaksakan jalan dengan mengabaikan hak pengendara lain, adab mana yang sebenarnya sedang saya perjuangkan?

Ini adalah paradoks yang mengusik jiwa.

Saya sedang menuju sebuah majelis untuk menyampaikan pesan-pesan tentang indahnya adab, tentang bagaimana seorang Muslim seharusnya menjadi sumber kedamaian bagi sekitarnya.

Namun, di sini, di balik kemudi ini, saya sedang diuji dengan materi ceramah saya sendiri sebelum lisan sempat mengucapkannya.

Jika saya menyalip dengan kasar, membunyikan klakson dengan nada memerintah, atau memaki dalam hati hanya demi mengejar waktu "ibadah" di atas panggung, bukankah saya sedang merobek pesan itu bahkan sebelum ia disampaikan?.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved