Langit Ramadan
Salat Gaib Bagi Sang Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Iran-Syiah dan Dunia Islam
Kepada seorang bocah laki-laki yang minta didoakan, Ayatollah berkata: tumbuhlah kamu semakin dewasa dan tinggi.
Oleh: M. Qasim Mathar
Guru Besar UIN Alauddin Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM - "Serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, terjadi pada hari Sabtu, 28 Februari 2026.
Dalam serangan udara itu, Khamenei dan beberapa pejabat tinggi Iran lainnya tewas setelah serangan besar yang diluncurkan oleh militer AS dan Israel ke berbagai target di Iran".
"Menurut laporan media pemerintah Iran dan berbagai sumber internasional, beberapa anggota keluarga dekat Ayatollah Ali Khamenei juga tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan dirinya sendiri".
"Anggota keluarga yang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut: Putri Khamenei – salah satu anak perempuannya dilaporkan ikut tewas.
Menantu laki-laki (suami dari putri Khamenei) – ikut menjadi korban. Menantu perempuan (istri dari salah satu anak Khamenei)–juga dilaporkan tewas. Cucu Khamenei – salah satu cucunya dilaporkan tewas bersama mereka".
"Media berita Iran seperti Fars News Agency mengonfirmasi bahwa selain Ali Khamenei, anak, menantu, dan cucunya turut menjadi korban tewas dalam serangan itu.
Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional atas kejadian ini".
Kematiannya, membuat ucapan dan nasihat Sang Ayatollah muncul di berbagai media.
Di sini saya kutip sedikit saja: "Pemimpin Iran, tidak masalah kita mati, Iran tidaklah penting. Sungguh Islamlah yang paling penting'.
"Jangan mengaku ummat Sang Nabi kalau tidak mau bersatu".
Kepada seorang bocah laki-laki yang minta didoakan, Ayatollah berkata: tumbuhlah kamu semakin dewasa dan tinggi.
Giatlah belajar dan meraih ilmu. Berjuanglah untuk Islam. Hiduplah hingga 80 - 90 tahun, lalu syahid.
Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya pemimpin Iran. Beliau juga adalah pemimpin muslim Syiah.
Selalu kita mengajak, agar perbedaan mazhab dan aliran keislaman kita, jangan menghapus hal yang paling penting bahwa kita adalah satu ummat: ummat Islam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250819-Prof-Qasim-Mathar.jpg)