Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Langit Ramadan

Malam Qadr: Harapan Sunni Syiah untuk Ummat Manusia

"Orang-orang mukmin bagai satu bangunan yang bagian-bagiannya saling menunjang satu dengan yang lainnya."

TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
LANGIT RAMADAN - M. Qasim Mathar, Guru Besar UIN Alauddin Makassar. 

Oleh: M. Qasim Mathar
Guru Besar UIN Alauddin Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Sejarah Islam biasa dibagi kepada tiga masa: masa klasik atau masa kemajuan, masa pertengahan atau masa kemunduran (kejatuhan), dan masa kebangkitan kembali atau masa modern.

Orang muslim yang masih mempersoalkan dan mempertentangkan, apalagi dengan tajam, perbedaan mazhab dan aliran, misalnya antara Sunni, Syiah, dan Ahmadiyah, sepantasnya lahir dan besar pada masa pertengahan. Atau, masa kemunduran (kejatuhan) peradaban Islam.

Masa sekarang adalah masa meninggalkan masa kemunduran itu.

Tentu, tidak gampang.

Sikap dan cara berpikir masa kemunduran masih melingkupi ummat Islam.

Ciri-ciri orang muslim dan orang beriman lebih sebagai ucapan di bibir saja.

Di bibir pada muballigh, elit dan tokoh ummat.

Tidak tampak dalam cara berpikir dan berperilaku mereka.

Yang tidak tampak itu adalah sedikit saja dari yang Rasulullah ajarkan, artinya sebagai berikut.

"Orang-orang mukmin bagai satu bangunan yang bagian-bagiannya saling menunjang satu dengan yang lainnya."

“Mukmin bukan orang yang suka mencela, melaknat, berkata keji dan kotor.”

“Mukmin dengan mukmin lainnya seperti bangunan yang saling menguatkan.

“Mukmin dalam kasih sayang seperti satu tubuh.”

Kita tidak cukup menyatakan bahwa perang antara AS - Israel dan Iran saat ini adalah soal memperebutkan SDA/ekonomi dan kekuasaan/politik saja.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Ayo, ke Timur

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved