Luwu Raya dan Martabat Sebuah Perjuangan
Aspirasi pemekaran Luwu Raya dinilai perlu ditempuh lewat jalur konstitusional dan dialog.
Perjuangan gagasan besar menuntut kesabaran, argumentasi berbasis data, serta konsolidasi yang terencana dan terorganisir.
Lebih jauh, menjaga kondusivitas wilayah adalah prasyarat mutlak. Dunia usaha, transportasi, dan entitas ekonomi tidak boleh menjadi korban dari aspirasi politik.
Justru keberadaan entitas usaha itulah yang kelak menjadi pondasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemerintahan baru jika Provinsi Luwu Raya terbentuk. Menghambat mereka hari ini sama artinya dengan melemahkan basis ekonomi masa depan.
Pemekaran Luwu Raya adalah hajatan besar masyarakat Luwu. Hajatan ini menuntut kedewasaan kolektif: diperjuangkan secara konstitusional, damai, dan elegan. Tidak ada pemekaran yang berhasil dengan cara-cara yang tidak bermartabat. Sejarah telah membuktikannya.
Karena itu, sudah saatnya perjuangan ini diarahkan secara lebih strategis; menciptakan ruang dialog, menyusun naskah akademik yang kuat, menyajikan data pelayanan publik dan ekonomi secara komprehensif, serta membangun komunikasi politik yang efektif.
Dengan cara itulah gagasan mulia ini akan sampai pada tujuan sejatinya: keadilan pembangunan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Luwu Raya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Agung-Ismunandar-Ketua-Pakarebai-Luwu.jpg)