Refleksi Bola Bundar
Rekam Jejak Wasit
Gol Laskar Kie Raha itu tercipta begitu sangat cepat pada menit 1,30 menit melalui David da Silva.
Fenomena ini sebenarnya sudah cukup menjadi alasan bagi Yoko Suprianto mengukuhkan penalti tersebut walaupun dia harus mengamati VAR. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Ia menganulir keputusannya sendiri.
Kehadiran VAR selain mengecek ulang insiden yang terjadi, sejatinya menguatkan asumsi putusan wasit yang sudah dijatuhkan.
Apalagi posisi Yoko Suprianto dengan kedua pemain itu sangat dekat, sehingga saat dia menunjuk titik putih para pemain Malut tidak memprotes. Bahkan penjaga gawang Malut, Alan, sudah mengambil posisi di bawah mistarnya.
Akibat pembatalan hukuman penalti tersebut, kemudian beredar bias dari hukuman penalti yang dianulir itu.
Apalagi, terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk menilai pergerakan Wbeymar Angulo hingga Rizky Eka jatuh di kontak 16.
Ruang dan relasi waktu yang dimanfaatkan wasit inilah yang menimbulkan kecurigaan terhadap integritas wasit yang konon baru berusia 26 tahun itu.
Dengan usia yang masih sangat belia bagi seorang wasit yang memimpin pertandingan sekelas liga divisi tertinggi di Indonesia, jelas menimbulkan pertanyaan.
Yang jelas, dia belum matang untuk menjadi pengadil di lapangan di tengah jagat sepak bola Indonesia sedang berusaha membersihkan diri dari pengaruh nonteknis menuju reformasi kompetisi sepak bola nasional yang bebas dari kecurigaan publik.
Dalam rekam jejak digitalnya, Yoko Suprianto baru pertama kali memimpin pertandingan BRI Super Liga dan lima kali memimpin pertandingan Champions Liga 2.
Ternyata waktu pertandingan Liga 2 itu, dia juga membuat masalah.
Saat itu ketika menjadi wasit VAR dia membatalkan gol yang diciptakan Kendal Tornado FC tanpa penjelasan yang memadai kepada wasit yang memimpin pertandingan dan tim yang bertanding.
Sejatinya, pihak PSSI yang khusus menangani masalah seleksi wasit harus melihat rekam jejak seseorang pelatih sebelum memutuskan dan menetapkan seorang wasit layak memimpin pertandingan Super Liga.
Bagaimana mungkin orang yang baru lima kali memimpin Liga 2 dipercayakan memimpin pertandingan Super Liga yang sarat dengan persaingan dan gengsi.
Dan, PSM harus menjadi kelinci percobaan penunjukan Yoko Suprianto sebagai wasit Super Liga. Alamaaaaak…!!!(*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/M-Dahlan-Abubakar-Wartawan-Senior-65.jpg)