Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Salahkah Jika Kiai Menerima Amplop?

Salahkah jika kiai menerima amplop dari santri? Mahmud Suyuti refleksikan tradisi bisyarah dalam budaya pesantren.

Tribun Timur/Mahmud Suyuti
PENULIS OPINI - Mahmud Suyuti. Ia mengirim foto pribadinya ke tribun timur untuk melengkapi opini berjudul Salahkah Jika Kiai Menerima Amplop? (Refleksi Peringatan Hari Santri). Mahmud Suyuti adalah Dewan Penasehat GP Ansor Sulsel dan Guru Pengajian Kitab di Pondok Pesantren al-Fakhriyah Makassar 

Dari ajaran itu maka santri memiliki peradaban yang khas. Adab memuliakan kiai, adab menghormati orang tua, adab santun dalam bermasyarakat, adab berbangsa dan bernegara untuk tercapainya peradaban dunia.

Adab dan ilmu hikmah dari kiai yang disematkan ke dada santrinya sangat mahal dan tidak bisa dinilai dengan materi.

Jasa kiai bagi seorang santri tidak bisa dibalas dengan harta dunia. Seloyal dan seroyal apapun santri itu kepada kiainya, tidak bisa diukur dengan nilai rupiah.

Karena itu jika seorang santri memberi hadiah kepada kiainya adalah hal yang wajar dan manusiawi bahkan sunnah jika merujuk pada hadis-hadis Nabi SAW. 

Dalam Sahih Bukhari nomor hadits 2585, Ahmad dalam Musnadnya juz VII halaman 90, al-Turmuzi nomor hadits 1953 bahwa dari Aisyah RA berkata Rasulullah SAW senang menerima hadiah dan membalasnya.

Suatu ketika sahabat memberi makanan kepada Nabi SAW dan bertanya, apakah pemberian sedekah atau hadiah? Sahabat menjawab itu hadiah. Maka beliau memakannya bersama sahabat (Bukhari nomor 2576 dan Muslim Nomor 1077).

Hadis lain Nabi SAW bersabda siapa yang mengundang kalian datangilah, siapa yang memberi hadiah terimalah dan balaslah dengan doa (HR. Ahmad)

Masih ditemukan banyak dalil bahwa menerima hadiah itu dibolehkan. Jadi kiai-ulama sebagai pewaris Nabi SAW bisa saja menerima hadiah dari santrinya sebagaimana Nabi SAW menerima hadiah dari sahabatnya. 

Jadi hadiah kepada kiai bukanlah tradisi baru karena telah telah ada sejak masa Nabi SAW. Tradisi inilah yang mengakar kuat di kalangan santri.

Santri di saat setelah liburan dan kembali ke pondoknya lazimnya memang membawa oleh-oleh hadiah hasil kebun untuk kiainya.

Hadiah ini bukanlah barang mewah melainkan sayur-sayuran, jagung, pisang, singkong dan buah-buah dari hasil panen orang tua santri.

Bagi santri alumni beda lagi hadiahnya, disesuaikan dengan kebutuhan kiainya.

Umumnya mereka menghadiahkan sarung ke kiainya dan bingkisan lain yang terbaik untuk kiainya.

Bagi santri yang telah sukses balas budi terhadap kiainya tanpa hitung-hitungan.

Di antara mereka ada memberikan hadiah berupa tanah sekian hektar untuk kiainya, ada yang membangunkan rumah kiainya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved