Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Firasat Demokrasi

Korupsi menjadi tindakan yang merusak siklus perekonomian dan melemahkan semangat para pekerja keras.

Editor: Sudirman
Ist
OPINI - A. Rahman Ketua PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII Sulawesi Selatan periode 2007-2009 

Genderang perang ditabuh di mana-mana. Kehidupan semakin sulit dan dipersulit.

Rakyat tidak lagi menjadi pertimbangan utama ketika amanah sudah diterima melalui proses demokrasi.

Siklus demokrasi berubah menjadi kolonialisme dan paceklik berkepanjangan yang melukai hati rakyat.

Hari-hari penuh pembuktian menunjukkan bahwa kekuasaan digunakan hanya untuk menjadikan rakyat sebagai saksi atas kesewenang-wenangan.

Harapan hari ini justru datang dari Ormas. Mereka konsisten membangun pola pemberdayaan ekonomi rakyat, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan alternatif.

Pendidikan yang dimaksud bukan sekadar kurikulum terbatas, melainkan membuka wawasan masyarakat agar lebih memahami dinamika demokrasi dari hulu hingga ke hilir.

Produk demokrasi hari ini hanya melahirkan perilaku korup dan kebijakan yang melemahkan rakyat.

Lebih jauh, ancaman datang dari eksploitasi alam atas dasar kekuasaan yang mengarah pada praktik oligarki, otokrasi, dan koalisi kelompok kepentingan. 

Semua itu dilakukan secara masif, bahkan dengan cara-cara yang menghalalkan segala cara untuk menipu rakyat yang telah memberikan mandat.

Pemberdayaan masyarakat melalui pola ekonomi partisipatoris adalah solusi penting.

Negara dapat membentuk siklus ekonomi sistemik yang mendorong pertumbuhan dengan melibatkan peran mandiri masyarakat.

Rakyat dapat mengolah potensi yang mereka miliki tanpa takut akan pelemahan ekonomi melalui skema perdagangan yang merugikan produsen, khususnya petani dan nelayan.

Namun, mereka yang memilih mempecundangi rakyat justru memiliki fasilitas dan kapasitas untuk melancarkan aksinya secara masif.

Bahkan, mereka sangat lihai melakukan langkah taktis mengantisipasi reaksi masyarakat.

Caranya, dengan menjaga ritme dan gelombang demokrasi, termasuk menekan agar pencerahan demokrasi tidak berkembang luas.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved