Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur 

Laporkan Polisi di 08131797771

Aspirasi ini dapat disampaikan melalui WhatsApp di nomor 08131797771 atau melalui surel setkomisireformasipolri@setneg.go.id

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/TRIBUN TIMUR
HEADLINE TRIBUN - Tim Reformasi Polri membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan dan kritik konstruktif terkait reformasi Polri. Aspirasi ini dapat disampaikan melalui WhatsApp di nomor 08131797771 atau melalui surel setkomisireformasipolri@setneg.go.id 

Mahfud MD menjelaskan, tujuan kunjungan ke Unhas adalah untuk mempercepat reformasi Polri.

“Kita tidak akan melakukan reformasi Polri, karena reformasi itu sudah selesai. Yang akan dilakukan adalah percepatan reformasi Polri,” ujarnya.

Menurut Mahfud, secara struktur dan aturan, Polri sebenarnya sudah cukup baik. Namun, persoalan muncul pada praktik penegakan hukum dan kepemimpinan.

Ia menyoroti masuknya unsur politik yang dinilai kerap mengganggu profesionalitas Polri.

“Ini mulai bermasalah ketika unsur politik masuk ke dalamnya,” katanya.

Mahfud MD menegaskan, Polri merupakan institusi yang sangat terkomando sehingga kualitas pimpinan menjadi kunci utama.

“Kalau pimpinan tidak terkontaminasi politik, ke bawah pasti baik. Kuncinya hanya dua, politik dan kepemimpinan,” ujarnya.

Sementara itu, Badrodin Haiti mengatakan pembentukan Tim Reformasi Polri bertujuan memulihkan citra serta kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Menurut mantan Kapolri ke-22 itu, kepercayaan publik merupakan modal utama dalam penegakan hukum.

“Legitimasi Polri itu bukan hanya legitimasi hukum, tetapi juga kepercayaan publik. Kalau kepercayaan publik sudah menurun, apa pun yang dilakukan Polri pasti dianggap tidak baik,” katanya.

Mahfud Tertawa

Dua anggota Tim Reformasi Polri, Prof Mahfud MD dan Jenderal Polisi (Purn) Badrodin Haiti, tak kuasa menahan tawa saat ditanya wartawan soal fenomena warga yang lebih memilih melapor ke pemadam kebakaran (damkar) ketimbang ke polisi.

Momen itu terjadi saat sesi doorstop usai keduanya mengikuti pertemuan lintas tokoh di Unhas, Selasa (16/12/2025).

Pertemuan bertajuk serap aspirasi tersebut berlangsung tertutup di Ruang Senat Fakultas Hukum Unhas. Kegiatan itu dihadiri kalangan akademisi, praktisi hukum, budayawan, hingga tokoh agama.

Dalam sesi doorstop, Mahfud MD dan Badrodin Haiti didampingi Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa serta Dekan Fakultas Hukum Unhas Prof Hamzah Halim.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved