Headline Tribun Timur
Jasad Pramugari di Jurang 500 Meter
Korban ditemukan di kedalaman sekira 500 meter dengan kondisi medan ekstrem dan cuaca belum mendukung proses evakuasi, Senin (20/1).
Ringkasan Berita:
- Hingga hari ketiga pencarian pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar, Tim SAR Gabungan telah berhasil menemukan dua orang korban.
- Korban kedua, yang diduga berjenis kelamin perempuan, ditemukan pada Senin (20/1) di kedalaman 500 meter, menyusul korban pertama (laki-laki) yang ditemukan di kedalaman 200 meter.
- Meskipun lokasi koordinat ekor pesawat telah diketahui, fokus utama 1.200 personel saat ini tetap pada evakuasi korban dibandingkan pencarian black box.
TRIBUN-TIMUR.COM - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan menemukan korban kedua pesawat ATR 42-500 di kawasan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Korban ditemukan di kedalaman sekira 500 meter dengan kondisi medan ekstrem dan cuaca belum mendukung proses evakuasi, Senin (20/1).
Korban dilaporkan ditemukan sekira pukul 14.10 Wita. Informasi diterima Basarnas hanya beberapa menit sebelum konferensi pers di Kantor Basarnas Makassar.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (57), mengatakan, laporan penemuan berasal langsung dari tim SAR di lokasi kejadian.
“Sekitar 15 menit lalu kami menerima laporan bahwa satu korban kembali ditemukan,” ujar Syafii.
Dengan temuan tersebut, jumlah korban berhasil ditemukan hingga hari ketiga pencarian menjadi dua orang.
Baca juga: Hari Keempat Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung, 7 Tim SAR Diterjunkan Meski Hujan Badai
Korban pertama ditemukan sehari sebelumnya di kedalaman sekira 200 meter.
Sementara korban kedua ditemukan lebih dalam, yakni sekira 500 meter.
Basarnas belum bisa memastikan identitas korban baru ditemukan. Penetapan identitas korban akan dilakukan oleh tim DVI Mabes Polri.
“Identitas korban akan diumumkan oleh DVI Polri,” jelasnya.
Informasi awal dari lapangan menyebut korban kedua berjenis kelamin perempuan.
Sedangkan korban pertama berjenis kelamin laki-laki.
Kepastian mengenai identitas dan kondisi korban masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.
Menurut Syafii, lokasi penemuan korban berada di lereng dengan kemiringan hampir tegak lurus.
Kondisi tersebut membuat proses evakuasi menjadi sangat beresiko.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-01-20-Headline-Tribun-Timur-edisi-Selasa-2012026.jpg)