Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DPRD Makassar Dibakar

Polda Sulsel Pulangkan 13 Pelaku Terlibat Pembakar DPRD Makassar-Sulsel

Polda Sulsel segera merampungkan berkas perkara 48 tersangka kasus demo rusuh di Kota Makassar, pada (29-30/8/2025).

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
TERSANGKA PEMBAKARAN DPRD-Kapolda Sulsel Irjen Pol Rusdi Hartono saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Kamis (23/10/2025). Sebanyak 48 tersangka pembakaran DPRD Makassar dan Sulsel lanjut untuk proses ke Kejaksaan. 

Hal tersebut, setelah pertemuan dengan seluruh Direktorat Pidana Umum Polda se-Indonesia.

Dalam pertemuan itu kata dia, terungkap ada tersangka asal Jawa Barat yang terafiliasi dengan ada jaringan yang disebut 'Black Box'.

"Jadi dia sebagai yang mengkoordinir dan menghasut di beberapa daerah: Bali, Jawa Tengah, Kalimantan Timur. Alhamdulillah kemarin untuk Sulawesi Selatan tidak ada," katanya.

Tersangka ini berasal dari kasus kerusuhan pembakaran DPRD Kota Makassar dan Sulawesi Selatan, Jumat (29/8/2025) lalu.  

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat pasal yang diatur dalam KUHP, yakni pasal 170 dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan, pasal 363 dengan ancaman 7 tahun, pasal 362 dengan ancaman 5 tahun.

Selain itu dikenakan pasal 187 KUHP tentang pembakaran dengan ancaman 12 tahun, 15 tahun, 20 tahun, bahkan seumur hidup.

Pengamanan 1 Tahun Prabowo-Gibran

Rusdi mengaku bersyukur, aksi unjuk rasa peringatan 1 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Makassar berjalan dengan aman dan damai.

Ia menyebut ada 17 aksi unjuk rasa pada tanggal 20 Oktober 2025, kemarin.

"Situasi ini terwujud berkat kerja sama seluruh aparatur pemerintah dan elemen masyarakat di Sulsel," ucap Jenderal bintang dua kelahiran 27 April 1969 ini.

"Tentunya kita belajar dari ini semua, apabila pemerintah dan masyarakat bisa bekerja sama, kamtibmas yang kondusif sesuai harapan dapat diwujudkan," sambungnya.

Dari catatan tribun, konferensi pers ini merupakan pertama kalinya dihadiri langsung Irjen Pol Rusdi Hartono setelah dirinya dimutasi menjadi Pati Bareskrim Polri.

Sosok jenderal polisi yang akan menggantikan Rusdi sebagai Kapolda Sulsel dalam waktu dekat ini adalah, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo.

Djuhandhani Rahardjo juga merupakan alumnus Akpol 1991 seangkatan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Ia sebelumnya menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri.

Rencana serah terima jabatan keduanya dikabarkan bakal berlangsung pada pekan depan.

(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved