Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga BBM Naik

Legislator Maros Ari Anugrah Kritik Kenaikan Harga Pertamax , Sebut Pertalite Berpotensi Langka

Legislator PAN Maros itu menuturkan Pertalite merupakan BBM subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
PERTAMAX NAIK - Anggota DPRD Maros, Arie Anugrah menyoroti Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.650 perliter. Ia menilai kondisi saat ini belum tepat untuk menaikkan harga BBM hingga sekitar 30 persen. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.650 perliter menuai kritik.

Anggota DPRD Maros, Arie Anugrah, menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan sejumlah dampak di tengah masyarakat.

Salah satunya adalah kenaikan harga barang dan meningkatnya penggunaan BBM subsidi jenis Pertalite.

Arie mengatakan, pengguna Pertamax memang tidak sebanyak pengguna Pertalite maupun solar.

Namun, kenaikan harga Pertamax tetap berpotensi memengaruhi kondisi pasar.

“Yang perlu diantisipasi sekarang adalah kenaikan harga barang. Meskipun pengguna Pertamax tidak sebanyak Pertalite dan solar, dampaknya pasti ada,” katanya kepada Tribun Timur, Kamis (11/6/2026).

Ia mengaku mendukung pembatasan pembelian Pertalite.

Legislator PAN Maros itu menuturkan Pertalite merupakan BBM subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.

“Pertalite itu BBM subsidi. Ada masyarakat yang memang berhak menerima subsidi tersebut, sehingga saya rasa pembatasan yang dilakukan pemerintah sudah tepat,” ujarnya.

Baca juga: Waketum Kadin Erwin Aksa: Kelas Menengah Paling Rasakan Dampak Pertamax Naik

Arie mengingatkan kenaikan harga Pertamax berpotensi mendorong masyarakat beralih ke Pertalite.

Jika tidak diatur dengan baik, subsidi justru bisa dinikmati kelompok masyarakat yang tidak berhak.

“Kalau pengguna Pertamax beralih ke Pertalite dan tidak ada pembatasan yang jelas, bisa jadi yang menikmati subsidi bukan lagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Ia menilai mayoritas pengguna Pertamax selama ini berasal dari kalangan menengah ke atas.

Karena itu, pemerintah harus memastikan distribusi Pertalite tetap tepat sasaran.

 Arie menyebutkan selisih harga yang cukup jauh juga berpotensi memicu penyalahgunaan BBM subsidi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved