Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Sapi Haji Pacong di Maros Naik Rp1 Juta, Penjualan Tetap Meningkat

Kendati demikian, kenaikan harga tak mempengaruhi minat masyarakat untuk tetap membeli sapi untuk dikurbankan.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
HARGA SAPI - Peternakan Rahma Firdaus milik Haji Pacong di Jalan Poros Bantimurung, Desa Alatengae, Kecamatan Bantimurung, Senin (27/4/2026).Harga hewan ternak sapi di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan mengalami lonjakan harga. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS– Harga hewan ternak sapi di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan mengalami lonjakan harga.

Di peternakan Rahma Firdaus milik Haji Pacong yang berada di Jalan Poros Bantimurung, Desa Alatengae, Kecamatan Bantimurung kenaikan harga berada di kisaran Rp1 juta.

Kendati demikian, kenaikan harga tak mempengaruhi minat masyarakat untuk tetap membeli sapi untuk dikurbankan.

Pemilik peternakan Haji Pacong mengaku penjualannya menunjukkan tren yang cukup positif.

Dari total stok yang disiapkan, sekitar 60 persen sapi telah terjual.

Saat ini, peternakan tersebut menyediakan kurang lebih 200 ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha.

“Untuk saat ini, penjualan sudah mencapai 60 persen dari total stok yang kami siapkan,” katanya saat ditemui, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, jenis sapi yang tersedia cukup beragam.

Mulai dari sapi Bali, Limousin, Simental hingga Brangus.

Dari beberapa jenis tersebut, sapi Bali dan Simental menjadi yang paling diminati pembeli.

Dari sisi harga, sapi dijual mulai Rp14 juta hingga Rp85 juta per ekor.

Harga tersebut tergantung pada jenis dan bobot sapi

"Sapi yang dijual berkisar antara 2 tahun 5 bulan hingga 5 tahun," bebernya.

Ia pun telah menjamin kesehatan hewan ternaknya, sebab seluruh sapi telah melalui pemeriksaan petugas kesehatan hewan.

Sebagian besar sapi juga telah divaksin.

“Sertifikat kesehatan akan menyusul setelah pemeriksaan selesai,” jelasnya.

Meski penjualan meningkat, harga sapi juga mengalami kenaikan sekitar lima persen atau kurang lebih Rp1 juta per ekor dibanding tahun sebelumnya.

Haji Pacong menyebutkan, kenaikan harga dipicu terbatasnya stok sapi di pasaran.

Selain itu, biaya operasional peternakan juga mengalami peningkatan.

“Selain itu, biaya operasional seperti bahan bakar juga ikut meningkat,” imbuhnya.

Peternakan tersebut tak hanya melayani pembelian langsung.

Mereka juga melayani pengiriman sapi ke berbagai daerah.

Bahkan, pengiriman dilakukan hingga ke luar kota seperti Merauke.

"Pembeli ada dari Maros, Makassar sampai Merauke," sebutnya.

Sementara itu, salah satu pembeli, Andi Muhammad Irdan AB mengaku datang untuk membeli sapi kurban.

Ia juga sekaligus melakukan penjajakan untuk kebutuhan keluarganya.

“Iya, rencananya saya beli satu ekor dulu. Tapi mungkin nanti bisa sampai tiga ekor untuk keluarga,” ujarnya.

Ia mengaku masih membandingkan beberapa jenis sapi yang tersedia sehingga belum menentukan pilihan.

“Saya masih banding-bandingkan dulu, belum pastikan jenisnya,” katanya.

Ia memilih membeli sapi di peternakan tersebut karena sudah menjadi langganan selama kurang lebih 10 tahun.

“Pelayanannya baik dan saya sudah percaya,” ungkapnya.

Ia juga menilai aspek kesehatan sapi di peternakan tersebut cukup terjamin.

Menurutnya, ada tenaga ahli kesehatan hewan yang rutin melakukan pemeriksaan.

“Jadi dari sisi kesehatan dan kebersihan, saya tidak ragu,” jelasnya.

Selain itu, ia menyoroti pengelolaan limbah peternakan yang dinilai ramah lingkungan.

“Limbahnya diolah, tidak dibuang sembarangan. Jadi tidak mencemari lingkungan,” tambahnya.

Terkait harga, ia mengaku belum mengetahui pasti harga sapi tahun ini.

Namun berdasarkan pengalaman sebelumnya, harga di peternakan tersebut masih tergolong bersaing.

“Tahun lalu saya beli sekitar Rp30 juta per ekor,” katanya.

Ia menyebut sapi yang akan dibelinya tahun ini rencananya diperuntukkan bagi relawan binaan yayasannya di Kecamatan Maros Baru.

“Sapi ini nantinya untuk relawan-relawan,” tutupnya.


 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved