Tak Punya Kursi di 5 Daerah, PPP Sulsel Andalkan Tokoh Non-Kader Pimpin DPC Selayar hingga Maros
Ketua DPW PPP Sulsel, Ilham Ari Fauzi, mengungkapkan kondisi menjadi bahan evaluasi serius partai dalam menyiapkan struktur
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ansar
TRIBUN TIMUR.COM, MAKASSAR – DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel membuka ruang bagi tokoh eksternal untuk bersaing menjadi Ketua DPC di empat kabupaten dan kota.
Kebijakan ini diambil menyusul hasil Pemilu 2024.
Di mana partai berlambang Ka’bah itu tidak memiliki perwakilan di lembaga legislatif di Kabupaten Maros, Selayar, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Kota Palopo.
Sementara itu, PPP Palopo dipastikan tetap menempuh mekanisme Muscab.
Ketua DPW PPP Sulsel, Ilham Ari Fauzi, mengungkapkan kondisi menjadi bahan evaluasi serius partai dalam menyiapkan struktur kepengurusan jelang Pemilu 2029.
“Untuk beberapa daerah, kita memang mempertimbangkan figur eksternal. Selayar termasuk, Maros juga ada. Itu menjadi bagian dari pertimbangan kami,” ujar Ilham Ari Fauzi merespons lima daerah tanpa legislator PPP tersebut, Minggu (26/4/2026).
Mantan Kontestan Pilwali Kota Makassar itu menjelaskan, dari total 24 kabupaten/kota di Sulsel, terdapat sekitar 20 daerah yang memiliki kandidat internal.
Sementara PPP Tana Toraja, Toraja Utara, Selayar, dan Maros, dibuka peluang bagi figur eksternal untuk ikut berkontestasi.
Menurut Ilham, langkah ini tidak lepas dari kebutuhan menghadirkan sosok yang memiliki kapasitas dan daya dorong elektoral, terutama di wilayah yang selama ini mengalami kekosongan kursi legislatif.
“Justru di daerah yang kosong kursi, kader kami sendiri meminta agar dihadirkan tokoh eksternal yang mumpuni, yang bisa membantu membesarkan partai,” jelasnya.
Ia mencontohkan kondisi di Kabupaten Selayar, di mana PPP telah mengidentifikasi figur eksternal yang dinilai potensial untuk memimpin partai di daerah tersebut.
Sosok tersebut disebut memiliki latar belakang sebagai pengusaha.
Selain itu, Ilham juga memaparkan hasil evaluasi dari roadshow DPW PPP Sulsel ke sejumlah daerah pasca-Pemilu 2024.
Dari hasil tersebut, ditemukan sejumlah faktor yang menyebabkan penurunan kursi di beberapa wilayah.
Salah satunya terjadi di Kabupaten Luwu.
| Bachtiar Adnan Kusuma dan Chaidir Syam Gerakkan Donasi Buku di Maros, Warga CFD Antusias |
|
|---|
| Kisah Haru Nenek Jumaria dari Maros, Hidup Sendiri dan Bertani Demi Bisa Berhaji |
|
|---|
| Damkar Maros Ungkap Penyebab Kebakaran saat Kemarau, Korsleting hingga Bakar Sampah |
|
|---|
| Calon Haji Bontang Pilih Manasik Mandiri Bersama Kemenhaj, Diikuti Lebih 100 Peserta |
|
|---|
| Dokter Ramai Ajukan Pindah dari Maros, BKPSDM Ungkap Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/PPP-SULSEL-Ilham-Ari-Fauzi-usai-membuka-Muscab-di-markas.jpg)