Makassar Mulia
Koperasi Merah Putih Kelurahan Mangasa Segera Beroperasi, Usung Konsep Pasar Modern
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Kelurahan Mangasa diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara daring, Sabtu (16/5/2026).
Koperasi seluas 20x30 meter persegi itu berada di kawasan Terminal Mallengkeri, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Koperasi Merah Putih Kelurahan Mangasa satu dari 1.061 Koperasi Merah Putih di Indonesia diresmikan Prabowo.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendengarkan pengarahan presiden di Koperasi Merah Putih Kelurahan Mangasa.
Hadir pula Camat Tamalate Muhammad Aril Syahbani.
Aril menyebut, koperasi ini menjadi yang pertama di Kecamatan Tamalate, bahkan di Kota Makassar.
Setelah peresmian oleh presiden, operasional koperasi akan menunggu kelengkapan infrastruktur pendukung.
Infrastruktur tersebut akan dikirim oleh perusahaan Agrinas yang ditunjuk oleh Danantara.
“Insyaallah ke depan akan beroperasi setelah datang seluruh infrastruktur yang dikirim oleh Agrinas,” jelas Aril Syahbani, Minggu (17/5/2026).
Fasilitas yang disiapkan cukup beragam, mulai dari kendaraan operasional hingga perlengkapan distribusi barang.
“Ada mobil dump truck, pikap, juga motor tiga roda untuk menunjang distribusi barang,” tambahnya.
Koperasi Merah Putih Kelurahan Mangasa nantinya akan menghadirkan konsep gerai yang menyerupai pasar modern.
Berbagai kebutuhan pokok masyarakat akan tersedia dengan harga yang diklaim lebih terjangkau.
“Kurang lebih seperti market-market yang lain, tapi bahan pokoknya katanya lebih murah dibanding yang ada sekarang,” ungkapnya.
Selain sembako, koperasi ini juga akan menyediakan layanan tambahan bagi masyarakat.
Lurah Mangasa, M Nurdyansyah, menjelaskan akan ada beberapa unit layanan dalam koperasi tersebut.
Seperti klinik, ada tempat tabung gas, bahan pokok seperti beras, hingga apotek.
Pengelolaan koperasi pada tahap awal akan didampingi langsung oleh Agrinas.
Pendampingan ini direncanakan berlangsung selama dua tahun pertama operasional.
“Dua tahun pertama ini dikelola dulu oleh Agrinas supaya bisa running sambil memberi bimbingan kepada pengurus koperasi,” jelasnya.
Sementara itu, tenaga kerja yang bertugas di dalam koperasi telah mulai disiapkan.
Mayoritas berasal dari pengurus koperasi yang telah dibentuk sebelumnya.
Secara teknis, pelaksanaan kegiatan tetap berkoordinasi dengan Dinas Koperasi setempat.
Kehadiran koperasi ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi warga di tingkat kelurahan.
Sistem keanggotaan juga diyakini memberi keuntungan langsung bagi masyarakat.
“Ketika masyarakat menjadi anggota, mereka bisa mendapat cashback saat berbelanja di koperasi,” ujarnya.
Dengan konsep tersebut, perputaran ekonomi lokal di Kelurahan Mangasa diharapkan semakin meningkat.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis koperasi.
Ke depan, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi kerakyatan di wilayah lain di Makassar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260517-Koperasi-Merah-Putih-Kelurahan-Mangasa-Segera-Beroperasi.jpg)