Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Waspada 'Godzilla' El Nino, 8 Kecamatan di Maros Sulsel Berpotensi Dilanda Kekeringan

Delapan kecamatan di Maros diperkirakan berpotensi dilanda kekeringan pada musim kemarau mendatang.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Hasriyani Latif
dok BPBD Maros
DISTRIBUSI AIR - Proses distribusi air bersih di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan oleh BPBD, beberapa waktu lalu. Delapan kecamatan di Maros diperkirakan bakal terdampak kekeringan akibat fenomena 'Godzilla' El Nino. 
Ringkasan Berita:
  • Indonesia diprediksi menghadapi El Nino yang diperkuat IOD positif, sehingga cuaca menjadi lebih panas dengan musim kemarau yang lebih panjang dan kering.
  • Risiko kekeringan dan kebakaran hutan/lahan meningkat, suhu bisa mencapai 38 derajat Celcius.
  • Beberapa wilayah di Kabupaten Maros seperti Bontoa dan sekitarnya berpotensi terdampak parah karena keterbatasan air.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai fenomena 'Godzilla' El Nino.

Delapan kecamatan di Maros diperkirakan berpotensi dilanda kekeringan pada musim kemarau mendatang.

Fenomena iklim 'Godzilla' El Nino bakal membuat cuaca di Indonesia dan sejumlah negara di dunia semakin panas dalam beberapa bulan ke depan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah memprediksi 'Godzilla' El Nino di Indonesia disertai dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Fenomena ini membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering.

Bupati Maros, Chaidir Syam mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

Ia mengatakan, dampak yang paling perlu diantisipasi adalah kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kita akan mengalami musim kemarau yang lebih kering dan lebih lama, jadi perlu kita waspadai dampak negatifnya,” kata Chaidir kepada Tribun-Timur.com, Selasa (31/3/2026).

Meski begitu, Chaidir menyebut ada pula sisi positif dari fenomena tersebut.

Menurutnya, petani garam bisa diuntungkan, begitu juga nelayan yang berpotensi mendapat hasil tangkapan lebih banyak.

Baca juga: Hadapi Godzilla El Nino, Mentan Amran Sulaiman Jamin Stok Beras Cukup hingga Desember

"Selain itu, potensi energi surya juga bisa lebih optimal dimanfaatkan," kata Chaidir.

Kepala BPBD Maros, Towadeng mengatakan pihaknya telah sosialisasi kepada masyarakat terkait fenomena ini.

Berdasarkan prediksi BMKG, suhu udara saat kemarau bisa mencapai 38 derajat Celcius.

Karena itu warga diminta lebih berhati-hati, terutama untuk mencegah kebakaran.

“Jangan membakar sampah atau lahan sembarangan,”  ujar Towadeng.

Ia juga mengimbau warga memastikan kondisi rumah aman saat ditinggalkan.

“Pastikan peralatan dapur dan listrik dimatikan untuk mencegah potensi kebakaran,” lanjutnya.

Pihaknya pun juga telah menyiapkan langkah antisipasi.

Salah satunya dengan menyalurkan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan.

Mantan Kadis Kopumdag Maros itu diprediksi ada beberapa wilayah yang akan terdampak cukup parah di antaranya Kecamatan Bontoa, Lau, Marusu, dan Maros Baru.

Selain itu, dampak kekeringan juga diperkirakan bisa meluas ke wilayah lain.

“Bisa sampai delapan sampai sembilan kecamatan, termasuk Turikale, Tanralili, Simbang, dan sebagian Bantimurung,” bebernya.

Menurutnya, wilayah Bontoa menjadi salah satu daerah yang paling rentan.

Hal ini karena keterbatasan akses air bersih, baik dari jaringan PDAM maupun air tanah.

Untuk itu, penyaluran air dari luar wilayah menjadi solusi utama.

“Tahun lalu penyaluran air bersih mencapai lebih dari 500 tangki,” ujarnya.

Ia menyebut, jumlah tersebut kemungkinan akan meningkat tahun ini, tergantung kondisi di lapangan.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Nurul Hidayah

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved