Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Rabies di Camba Masuk KLB, 1.000 Ekor Anjing Akan Divaksin

Agustia mengatakan pihaknya bergerak cepat melakukan pengujian terhadap anjing yang dieksekusi warga

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
VAKSINASI ANJING - Puluhan petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta tim Balai Besar Veteriner (BBV) Maros pun telah diturunkan untuk memberikan vaksin terhadap populasi anjing yang berada di desa Cenrana, Sawaru, Timpuseng, Pattiro Deceng, Sabtu (9/5/2026). Vaksinasi dilakukan setelah delapan warga setempat menjadi korban gigitan anjing positif rabies. 

Ringkasan Berita:
  • Sejak pagi hari, warga telah berkumpul di titik vaksinasi membawa anjing peliharaan masing-masing
  • Langkah vaksinasi massal itu dilakukan usai hasil pemeriksaan BBV Maros memastikan anjing yang menyerang warga positif rabies
  • Kepala BBV Maros, Agustia mengatakan pihaknya bergerak cepat melakukan pengujian terhadap anjing yang dieksekusi warga

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Sebanyak 500 anjing di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan bakal divaksin.

Vaksinasi dilakukan setelah delapan warga setempat menjadi korban gigitan anjing positif  rabies.

Puluhan petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta tim Balai Besar Veteriner (BBV) Maros pun telah diturunkan untuk memberikan vaksin terhadap populasi anjing yang berada di desa Cenrana, Sawaru, Timpuseng, Pattiro Deceng, Sabtu (9/5/2026).

Sejak pagi hari, warga telah berkumpul di titik vaksinasi membawa anjing peliharaan masing-masing.

Langkah vaksinasi massal itu dilakukan usai hasil pemeriksaan BBV Maros memastikan anjing yang menyerang warga positif rabies.

Kepala BBV Maros, Agustia mengatakan pihaknya bergerak cepat melakukan pengujian terhadap anjing yang dieksekusi warga.

“Berdasarkan kejadian yang ada ini, kami sudah melakukan pengujian terhadap anjing yang diamankan oleh masyarakat dan hasilnya positif,” katanya usai menyerahkan 500 dosis vaksin rabies kepada Bupati Maros, Chaidir Syam, Sabtu (9/5/2026).

Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan tersebut langsung disampaikan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Kesehatan kurang dari 24 jam setelah pengujian selesai dilakukan.

“Dengan hasil positif tersebut, dalam waktu tidak sampai 24 jam itu segera dapat kami sampaikan ke Dinas Kesehatan untuk penanganan pada korban-korban yang digigit anjing tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan, prioritas utama penanganan adalah keselamatan manusia.

“Kami uji secepat-cepatnya untuk memprioritaskan keselamatan manusia,” katanya.

Pihaknya juga telah menetapkan radius tiga kecamatan sebagai wilayah terancam penyebaran rabies, yakni Camba, Mallawa, dan  Mallawa.

Walaupun, kata dia, titik utama kasus berada di Kecamatan Camba.

“Nah, anjing yang sudah pernah menggigit tersebut, kami membuat radius sampai dengan tiga kecamatan itu daerah yang terancam. Tapi titik utamanya itu ada di Camba,” jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved