Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kronologi Gufran Diserang Anjing Gila saat Joging di Camba Maros

Lelaki yang bekerja sebagai freelancer itu menceritakan saat itu ia sudah berlari sejauh 3,5 km, tiba-tiba anjing muncul dan menerkamnya.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/NURUL HIDAYAH
ANJING RABIES - Gufran (29) warga desa pattiro deceng, Kecamatan Camba, Kabupaten Maro, Sulawesi Selatan, menjadi korban gigitan anjing gila atau rabies, Kamis (7/5/2026) pagi buta. Ia menceritakan kronologi saat digigit anjing gila. 

Ringkasan Berita:
  • Gufran menjadi korban gigitan anjing diduga rabies saat jogging di Desa Pattiro Deceng, Kecamatan Camba, Maros, Kamis pagi. 
  • Anjing berwarna cokelat itu tiba-tiba muncul dari sisi jalan dan menyerangnya secara agresif ketika korban telah menempuh lari sekitar 3,5 kilometer.
  • Korban mengaku sempat melawan dengan menendang anjing, namun hewan tersebut terus menyerang hingga menggigit tangan dan betisnya saat ia terjatuh.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Gufran (29) warga Desa Pattiro Deceng, Kecamatan Camba, Maros, Sulawesi Selatan, menjadi korban gigitan anjing gila atau rabies, Kamis (7/5/2026).

Ia digigit anjing berwarna cokelat yang tiba-tiba muncul saat tengah jogging di jalan raya pukul 06.00 Wita.

Lelaki yang bekerja sebagai freelancer itu menceritakan saat itu ia sudah berlari sejauh 3,5 km, tiba-tiba anjing muncul dan menerkamnya.

Anjing tersebut muncul dari sisi kiri jalan tanpa suara.

Gufran sempat melakukan perlawanan dengan menendang anjing.

Namun, anjing tetap menyerang secara agresif.

"Sempat saya tendang, anjingnya mundur tapi lompat lagi. Saya tendang lagi, baru dia dapat tangan saya yang ketiga kalinya karena saya jatuh. Pas mundur itu saya jatuh, tangan saya masuk ke mulutnya. Saya tendang lagi, baru kena betis," bebernya.

Baca juga: 15 Pekerja Usia Produktif di Maros Kena PHK Sepanjang Januari-April

Akibat serangan tersebut, Gufran mendapat empat luka gigitan di bagian kaki dan tangannya.

Selain itu, terdapat beberapa bekas cakaran di tangannya.

"Dua yang parah, yang lainnya kena cakaran, baret-baret," sebutnya.

Luka gigitan tersebut menyebabkan darah mengalir cukup banyak.

"Waktu habis digigit saya langsung pusing karena fobia darah," bebernya.

Setelah digigit anjing, Gufran langsung berlari ke rumah salah satu warga meminta air dan membilas lukanya di kamar mandi.

Gufran segera dilarikan ke Puskesmas Camba mendapatkan penanganan medis.

"Tangan saya dijahit sekali dan betis tiga kali," sebutnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved