Tangis di Desa Pucak, Serda Hamdani Gugur di Tanah Papua
Sanak keluarga memenuhi halaman rumah, menanti kedatangan jenazah lelaki 36 tahun itu yang gugur saat bertugas di Papua Tengah.
Terinspirasi teman-temannya, ia memutuskan mendaftar sebagai prajurit TNI.
“Alhamdulillah, sekali daftar langsung lulus. Bahkan menjadi lulusan terbaik saat pendidikan dasar, meski posturnya kecil. Medalinya masih saya pajang di rumah,” ujar Hamka.
Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Serda Hamdani dikenal keluarga sebagai pribadi baik dan taat beribadah.
“Setiap pulang kampung selalu salat berjemaah di masjid dan rajin mengaji. Saat Ramadan bisa khatam Al-Qur’an hingga tiga kali,” kata Hamka.
Ia meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak.
Pertemuan terakhir Hamka dengan putranya terjadi enam bulan lalu saat Serda Hamdani cuti.
“Saat itu sangat bahagia karena sudah lama tidak bertemu,” ungkapnya.
Hingga kini, keluarga masih menunggu informasi resmi terkait pemulangan jenazah.
“Kami berharap bisa dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Pucak,” kata Hamka.
Meski berat, keluarga telah mengikhlaskan kepergian Serda Hamdani dan mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.(*)
| PPP Tertinggi, Perindo Terendah: Dana Hibah Parpol Gowa Hasil Pileg 2024 |
|
|---|
| Sepekan Polisi Tangkap 38 Pencuri Emas, Motor, dan Komplotan Geng Motor di Makassar |
|
|---|
| PSM Makassar Ingin Maksimalkan Kuota Stadion BJ Habibie Lawan Persib, Tribune VIP Utama Rp200 ribu |
|
|---|
| Lanjutkan Pengabdian, Purnawirawan TNI Kini Fokus Urus Rakyat, Ini Profil Ketua RW 001 Tammua |
|
|---|
| Capaian PAD Maros Masih Minim, Wabup Soroti Rendahnya PBB Kecamatan Mandai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260222-Serda-Hamdani-gugur-di-nabire-222.jpg)